Penelitian ini mengkaji tentang Pemanfaatan Museum Gedung Arca Sebagai Sumber Belajar Sastra Batak. Adapaun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai media untuk mengetahui kebermanfaatan museum sebagai sumber belajar, apa saja koleksi peninggalan Sastra Batak yang ada di Museum, dan bagaimana sejarah berdirinya Museum Negeri Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah kepala museum, para akademis, mahasiswa/mahasiswi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah berdirinya Museum Negeri Sumatera Utara yang terletak di Jl. H.M. Joni No.51 Daoed Joesoef, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pada 19 April 1982. Namun, Presiden Ir. Soekarno meletakkan batu pertama, sepasang macara, pada tahun 1954. Sejak saat itu, museum juga disebut Gedung Arca. Bangunan museum ini berbentuk seperti rumah tradisional Sumatera Utara. Atap depan dihiasi dengan ornamen dari suku Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pakpak, dan Nias. Pemanfaatan koleksi yang ada di Museum Negeri Sumatera Utara sebagai sumber belajar Sastra Batak bagi para peneliti terlihat dari penggunaan sumber sejarah tersebut sebagai sumber utama serta memiliki tujuan utama yaitru sebagai penyempurnaan penelitian sebelumnya. Koleksi yang ada didalam museum sangat memberikan kontribusi dalam penelitian, sehingga banyak makna yang terungkap mengenai kajian sastra Batak.
Copyrights © 2025