Nurfadillah Tul Zannah Siregar
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Utilization of the Statue Building Museum as a Source of Learning Batak Literature Nurfadillah Tul Zannah Siregar; Sakti Ritonga
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i2.8526

Abstract

This study examines the Utilization of the Statue Building Museum as a Learning Resource for Batak Literature. The purpose of this study is as a medium to find out the usefulness of museums as a source of learning. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The informants in this study are museum heads, academics, students/students. Data collection is carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the history of the establishment of the North Sumatra State Museum located on Jl. H.M. Joni No.51 Daoed Joesoef, Minister of Education and Culture, on April 19, 1982. However, President Ir. Soekarno laid the first stone, a pair of ceremonies, in 1954. Since then, the museum has also been called the Sculpture Building. The building of this museum is shaped like a traditional house of North Sumatra. The front roof is decorated with ornaments from the Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pakpak, and Nias tribes. The use of the collection at the North Sumatra State Museum as a source of learning about Batak Literature for researchers can be seen from the use of these historical sources as the main source and has the main goal, namely to improve previous research. The collections in the museum contribute greatly to research, so that many meanings are revealed about the study of Batak literature.
The Utilization of the Gedung Arca Museum as a Learning Resource for Batak Literature Nurfadillah Tul Zannah Siregar; Sakti Ritonga
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Pemanfaatan Museum Gedung Arca Sebagai Sumber Belajar Sastra Batak. Adapaun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai media untuk mengetahui kebermanfaatan museum sebagai sumber belajar, apa saja koleksi peninggalan Sastra Batak yang ada di Museum, dan bagaimana sejarah berdirinya Museum Negeri Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah kepala museum, para akademis, mahasiswa/mahasiswi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah berdirinya Museum Negeri Sumatera Utara yang terletak di Jl. H.M. Joni No.51 Daoed Joesoef, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pada 19 April 1982. Namun, Presiden Ir. Soekarno meletakkan batu pertama, sepasang macara, pada tahun 1954. Sejak saat itu, museum juga disebut Gedung Arca. Bangunan museum ini berbentuk seperti rumah tradisional Sumatera Utara. Atap depan dihiasi dengan ornamen dari suku Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pakpak, dan Nias. Pemanfaatan koleksi yang ada di Museum Negeri Sumatera Utara sebagai sumber belajar Sastra Batak bagi para peneliti terlihat dari penggunaan sumber sejarah tersebut sebagai sumber utama serta memiliki tujuan utama yaitru sebagai penyempurnaan penelitian sebelumnya. Koleksi yang ada didalam museum sangat memberikan kontribusi dalam penelitian, sehingga banyak makna yang terungkap mengenai kajian sastra Batak.