Kinerja guru yang belum optimal masih menjadi salah satu permasalahan dalam dunia pendidikan karena dapat mempengaruhi efektivitas proses pembelajaran di sekolah. Stres kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja guru. Tingginya tuntutan pekerjaan, seperti kegiatan mengajar, penyusunan perangkat pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan tugas administratif dapat menyebabkan guru mengalami stres kerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara stres kerja dengan kinerja guru di SD Swasta Al-Ulum Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 guru yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Teacher Stress Inventory (TSI) dan Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ). Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat stres kerja kategori sedang sebanyak 22 responden (61,1%) dan tingkat kinerja kategori rendah sebanyak 17 responden (47,2%). Hasil uji korelasi Spearman diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar -0,880 dengan p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja guru di SD Swasta Al-Ulum Medan.
Copyrights © 2026