Tumbuh bersama anak dengan epilepsi memberikan tantangan emosional, finansial, struktural, dan manajemen waktu dalam keluarga yang berdampak pada kualitas hidup (quality of life [QoL]) orang tua dan saudara anak dengan epilepsi (SAE). Untuk membuktikan keterkaitan antara orang tua dan SAE, penelitian ini melihat hubungan interdependensi antara resiliensi keluarga dan QoL orang tua dan SAE menggunakan Actor–Partner Interdependence Model (APIM) dengan structural equation modeling (SEM). Model ini berfokus pada teori sistem keluarga (family systems theory) yang menyatakan bahwa setiap anggota keluarga memiliki hubungan interdependen dan saling memengaruhi. Dengan model ini, penelitian melihat hubungan diadik yang terbentuk antara orang tua dan SAE dan tidak hanya berfokus pada satu individu. Penelitian dilakukan terhadap 197 pasangan diadik menggunakan metode pengambilan sampel purposif dari komunitas epilepsi di Indonesia. Partisipan diadik memiliki rata-rata usia 42,84 tahun untuk orang tua dan 14,54 tahun untuk SAE. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan interdependen yang signifikan antara resiliensi keluarga dan QoL orang tua dan SAE (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa resiliensi keluarga orang tua memengaruhi QoL SAE dan sebaliknya. Oleh karena itu, intervensi terkait resiliensi keluarga untuk meningkatkan QoL orang tua dan SAE dapat dilakukan pada tingkat keluarga secara menyeluruh.
Copyrights © 2026