Artikel ini bertujuan untuk menganalisis berbagai teori pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam serta relevansinya dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) untuk menganalisis berbagai teori pengembangan kurikulum, seperti teori Tylerian, Taba, Grassroots, Critical Curriculum, dan Outcome-Based Curriculum. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap teori memiliki karakteristik dan kontribusi tersendiri dalam pengembangan kurikulum PAI. Teori Tyler menekankan tujuan pembelajaran yang sistematis dan terukur; teori Taba menitikberatkan pada kebutuhan peserta didik dan peran guru; teori Grassroots menekankan pengembangan kurikulum berbasis konteks lokal; teori Critical Curriculum mengarahkan pendidikan pada pembentukan kesadaran kritis dan transformasi sosial; sedangkan Outcome-Based Curriculum berorientasi pada pencapaian kompetensi nyata oleh peserta didik. Integrasi berbagai teori tersebut dapat dinilai menghasilkan kurikulum PAI yang kontekstual, fleksibel, dan berorientasi pada pembentukan karakter religius peserta didik. Pengembangan kurikulum PAI perlu dilakukan secara integratif agar mampu menjawab tantangan pendidikan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai fundamental Islam.
Copyrights © 2026