Meditasi dalam perspektif psikologi Buddha dipahami sebagai praktik reflektif yang menumbuhkan perhatian penuh, ketenangan batin, dan kebijaksanaan dalam memahami pengalaman hidup. Artikel ini bertujuan menjelaskan peran meditasi dalam pengembangan kematangan emosi melalui tinjauan konseptual berbasis literatur. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber mengenai meditasi Buddhis, regulasi emosi, dan pendekatan psikologi Buddha. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa meditasi, khususnya samatha bhavana dan vipassana bhavana, mendukung kematangan emosi melalui peningkatan kesadaran diri, pengurangan reaktivitas emosional, kemampuan observasi diri yang lebih jernih, serta pengembangan sikap menerima dan tidak melekat. Dalam perspektif psikologi Buddha, emosi tidak dipandang sebagai sesuatu yang harus ditekan, melainkan dipahami, diamati, dan dikelola secara sadar agar individu mencapai keseimbangan batin. Artikel ini menyimpulkan bahwa meditasi merupakan praktik reflektif yang relevan dalam membangun kematangan emosi karena memperkuat regulasi emosi, kejernihan batin, dan stabilitas psikologis.
Copyrights © 2026