p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal RUMI
Santoso Jafar
Institut Nalanda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meditasi Sebagai Praktik Reflektif Dalam Pengembangan Kematangan Emosi: Perspektif Psikologi Buddha Santoso Jafar; Lauw Acep
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Juni)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meditasi dalam perspektif psikologi Buddha dipahami sebagai praktik reflektif yang menumbuhkan perhatian penuh, ketenangan batin, dan kebijaksanaan dalam memahami pengalaman hidup. Artikel ini bertujuan menjelaskan peran meditasi dalam pengembangan kematangan emosi melalui tinjauan konseptual berbasis literatur. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber mengenai meditasi Buddhis, regulasi emosi, dan pendekatan psikologi Buddha. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa meditasi, khususnya samatha bhavana dan vipassana bhavana, mendukung kematangan emosi melalui peningkatan kesadaran diri, pengurangan reaktivitas emosional, kemampuan observasi diri yang lebih jernih, serta pengembangan sikap menerima dan tidak melekat. Dalam perspektif psikologi Buddha, emosi tidak dipandang sebagai sesuatu yang harus ditekan, melainkan dipahami, diamati, dan dikelola secara sadar agar individu mencapai keseimbangan batin. Artikel ini menyimpulkan bahwa meditasi merupakan praktik reflektif yang relevan dalam membangun kematangan emosi karena memperkuat regulasi emosi, kejernihan batin, dan stabilitas psikologis.
Pelayanan, Keberpihakan, dan kepercayaan dalam Tata Kelola Vihara: Tinjauan Kritis Berdasarkan Nilai-Nilai Dhamma Rina Mariana; Santoso Jafar; Lim Tung Kong; Aditya Ananta Nugroh; Ferdy Anthonius; Majaputera Karniawan
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Oktober)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata kelola vihara tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif dan organisatoris, tetapi juga memiliki dimensi moral yang berakar pada nilai-nilai Dhamma. Dalam konteks kehidupan umat Buddha, kualitas pelayanan, keberpihakan terhadap kebutuhan umat, dan kepercayaan menjadi aspek penting dalam membangun tata kelola vihara yang berorientasi pada kemanfaatan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis keterkaitan antara pelayanan, keberpihakan dan keadilan, serta kepercayaan umat dalam tata kelola vihara berdasarkan nilai-nilai Dhamma. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengidentifikasi, menyeleksi, menganalisis, dan mensintesis berbagai literatur ilmiah yang relevan. Literatur diperoleh dari sejumlah basis data akademik dengan fokus pada publikasi tahun 2020–2026 yang membahas tata kelola organisasi keagamaan, administrasi vihara, pelayanan umat, kepemimpinan Buddhis, keadilan, transparansi, akuntabilitas, kepercayaan, dan nilai-nilai Dhamma. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelayanan umat merupakan bentuk konkret penerapan mettā dan karuṇā melalui sikap responsif, kepedulian, komunikasi yang baik, dan pemenuhan kebutuhan umat. Keberpihakan dalam tata kelola vihara perlu dimaknai sebagai keberpihakan pada keadilan, kebutuhan, dan kemaslahatan umat, bukan sebagai perlakuan istimewa berdasarkan kedekatan, status, atau kepentingan kelompok tertentu. Sementara itu, kepercayaan umat terbentuk melalui transparansi, akuntabilitas, integritas, partisipasi, konsistensi pelayanan, dan keteladanan pengelola vihara. Dengan demikian, nilai-nilai Dhamma tidak cukup ditempatkan sebagai landasan normatif, tetapi perlu diterjemahkan ke dalam mekanisme tata kelola, praktik pelayanan, pengambilan keputusan, dan hubungan sosial dalam kehidupan vihara. Kajian ini menegaskan bahwa integrasi nilai Dhamma dengan prinsip tata kelola yang baik dapat memperkuat kualitas pelayanan sekaligus membangun keadilan dan kepercayaan umat secara berkelanjutan