Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengimplementasikan komunikasi humanis berbasis ucapan benar untuk memperkuat literasi digital remaja di Sekolah Minggu Buddha Dharma Ratna Klungkung, Bali. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan guru, pembina, dan remaja sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi humanis berbasis ucapan benar diterapkan melalui penggunaan bahasa santun, pendekatan dialogis, dan sikap empatik dalam proses pembelajaran. Namun, penerapannya belum terintegrasi secara sistematis dalam kurikulum. Peran guru dalam penguatan literasi digital dilakukan melalui pembinaan etika bermedia, tetapi masih bersifat situasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi humanis berbasis ucapan benar memiliki potensi dalam membangun etika komunikasi remaja di era digital, namun memerlukan strategi pembelajaran yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026