Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih terdapat kurangnya higher order thinking skill siswa khususnya pada materi agama di jenjang sekolah dasar. Seperti siswa masih kurang dalam menanggapi materi yang disampaikan oleh guru, masih kurang dalam mengidentifikasi dan menyimpulkan dari sebuah pernyataan yang diberikan oleh guru, dan sebagainya. Selain itu, perilaku siswa bervariasi ketika mengikuti proses pembelajaran, seperti ada yang aktif dan ada yang tidak dalam berpartisipasi mengikuti proses pembelajaran, sebagian besar siswa hanya bersifat pasif dan diam saja dari awal sampai selesai pembelajaran berlangsung, dan sebagainya. Padahal guru sudah berupaya menggunakan pendekatan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi pelajaran, yaitu salah satunya menggunakan pendekatan saintifik. Kemudian faktor lain mempengaruhi HOTS siswa adalah budaya belajar siswa itu sendiri. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini akan mengukur dan pembuktian keefektifitasan penggunaan pendekatan saintifik dan budaya belajar dalam pembentukkan higher order thinking skills dan perilaku belajar siswa di SD Negeri 43 Seluma. Karena ada beberapa teori dan hasil penelitian yang mengatakan efektif dan ada juga tidak efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran, meliputi penelitian kualitatif, dan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, angket, serta dokumentasi. Untuk menganalisis data akan menggunakan analisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif menggunakan uji kualitas data, uji asumsi dasar, uji asumsi klasik, uji regresi berganda. Sedangkan secara kualitatif akan menggunakan analisis data Triangulasi.
Copyrights © 2022