Dibandingkan dengan makhluk lainnya, manusia paling sadar mempertanyakan tentang keberadaan diri dan alamnya. Bakat filsuf dimiliki manusia sejak kecil, anak-anak dengan spontan akan bertanya segala sesuatu tentang diri dan sekitarnya, siapa dirinya, darimana asalnya, dan akan kemana arah hidupnya. Keberadaan manusia sebagai hayawan al nathiq (hewan yang berpikir) sebagai subjek berpikir sekaligus objek yang dipikirkan. Orang-orang yang arif terdahulu jika memberi nasihat biasanya berpegang pada kalimat, “kenalilah dirimu”. Nasihat tersebut mempunyai arti dengan pertanyaan, “siapakah sesungguhnya engkau”. Jawaban dari pertanyaan tersebut sudah cukup banyak terjawab akan tetapi masi tetap misteri apa saja yang ada diseputaran manusia belum dapat diungkap sepenuhnya, sementara pencapaian pengetahuan manusia makrokosmos yang banyak mengalami kemajuan dan tidak berbanding lurus dengan pencapaian pengetahuan mikrokosmos yang masi menyisakan banyak persoalan yang belum terjawab. Fokus kajian tentang yaitu; “hakikat manusia dalam konteks pendidikan Islam”, berupaya mengkaji pada term implikasi dan peran manusia terhadap proses pendidikan Islam dari unsur kedudukan, peran serta potensi manusia. Studi ini menggunakan kajian kepustakaan dengan pendekatan analisis normatif dan filosofis.
Copyrights © 2025