Kompetensi pengkajian keperawatan merupakan kemampuan fundamental yang menjadi dasar proses keperawatan. Perawat Klinis I (PK I) berada pada tahap awal pengembangan kompetensi klinis sehingga memerlukan pembimbingan terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh program mentorship terhadap kompetensi pengkajian keperawatan PK I di RSPAD Gatot Soebroto. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group melibatkan 48 PK I yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=24) dan kontrol (n=24). Kelompok intervensi memperoleh program mentorship selama 4 minggu, sedangkan kelompok kontrol menjalani pembinaan rutin. Kompetensi diukur menggunakan instrumen 20 butir yang telah divalidasi (I-CVI=1,00; S-CVI=1,00). Data yang belum memenuhi asumsi normalitas dilakukan reflected logarithmic transformation. Analisis menggunakan paired t-test dan independent t-test. Rata-rata skor kelompok intervensi meningkat dari 65,75±7,46 menjadi 96,08±2,12, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 65,08±7,66 menjadi 88,42±3,75. Paired t-test menunjukkan perbedaan bermakna antara pretest dan posttest pada kedua kelompok (p<0,001). Independent t-test menunjukkan perbedaan bermakna pada skor posttest antara kelompok intervensi dan kontrol (p<0,001), dengan rata-rata kelompok intervensi lebih tinggi. Program mentorship berpengaruh terhadap kompetensi pengkajian keperawatan PK I dan dapat dipertimbangkan sebagai strategi pembinaan klinis untuk mendukung pengembangan kompetensi perawat.
Copyrights © 2026