p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Lilis Rohayani
Universitas Jenderal Achmad Yani

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Model Supervisi Klinik Siklus Edukatif-Suportif-Administratif (ESA-C) Terhadap Peningkatan Kompetensi dan Efikasi Diri Perawat Klinis II di RSPAD Gatot Soebroto Ratu Lia Huslianti; Iin Inayah; Lilis Rohayani; Murtiningsih Murtiningsih; Rahmi Imelisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63030

Abstract

Kompetensi dan efikasi diri perawat merupakan aspek penting dalam mendukung mutu asuhan keperawatan dan keselamatan pasien. Supervisi klinik yang terstruktur berperan dalam pengembangan profesional perawat, namun pelaksanaannya di rumah sakit masih cenderung berorientasi administratif dan belum terstandar. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan Model Supervisi Klinik Siklus Edukatif-Suportif-Administratif (ESA-C) terhadap kompetensi dan efikasi diri Perawat Klinis II. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental one-group pretest-posttest terhadap 49 responden Perawat Klinis II yang dipilih melalui total sampling di RSPAD Gatot Soebroto. Intervensi berupa penerapan supervisi klinik ESA-C yang mengintegrasikan fungsi edukatif, suportif, dan administratif selama 8 minggu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Nurse Professional Competence Scale (NPC Scale) dan General Self-Efficacy Scale (GSES) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis menggunakan paired t-test dengan α = 0,05. Rata-rata kompetensi meningkat dari 4,12 menjadi 4,37 (p=0,023), sedangkan efikasi diri meningkat dari 3,21 menjadi 3,50 (p=0,001). Kualitas pelaksanaan supervisi meningkat pada seluruh fungsi ESA-C, dengan peningkatan paling menonjol pada fungsi edukatif (mean 5,76 menjadi 7,41). Terdapat hubungan positif antara kualitas supervisi ESA-C dengan kompetensi (r=0,283; p=0,049) dan efikasi diri (r=0,306; p=0,032). Penerapan supervisi klinik ESA-C efektif meningkatkan kompetensi dan efikasi diri Perawat Klinis II. Integrasi fungsi edukatif, suportif, dan administratif berpotensi menjadi pendekatan manajerial dalam memperkuat pembinaan kompetensi dan efikasi diri perawat secara berkelanjutan.
Pengaruh Program Mentorship Terhadap Kompetensi Pengkajian Keperawatan Perawat Klinis I di RSPAD Gatot Soebroto Hermayanti Hermayanti; Iin Inayah; Fauziah Rudhiati; Chatarina Suryaningsih; Lilis Rohayani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63120

Abstract

Kompetensi pengkajian keperawatan merupakan kemampuan fundamental yang menjadi dasar proses keperawatan. Perawat Klinis I (PK I) berada pada tahap awal pengembangan kompetensi klinis sehingga memerlukan pembimbingan terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh program mentorship terhadap kompetensi pengkajian keperawatan PK I di RSPAD Gatot Soebroto. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group melibatkan 48 PK I yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=24) dan kontrol (n=24). Kelompok intervensi memperoleh program mentorship selama 4 minggu, sedangkan kelompok kontrol menjalani pembinaan rutin. Kompetensi diukur menggunakan instrumen 20 butir yang telah divalidasi (I-CVI=1,00; S-CVI=1,00). Data yang belum memenuhi asumsi normalitas dilakukan reflected logarithmic transformation. Analisis menggunakan paired t-test dan independent t-test. Rata-rata skor kelompok intervensi meningkat dari 65,75±7,46 menjadi 96,08±2,12, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 65,08±7,66 menjadi 88,42±3,75. Paired t-test menunjukkan perbedaan bermakna antara pretest dan posttest pada kedua kelompok (p<0,001). Independent t-test menunjukkan perbedaan bermakna pada skor posttest antara kelompok intervensi dan kontrol (p<0,001), dengan rata-rata kelompok intervensi lebih tinggi. Program mentorship berpengaruh terhadap kompetensi pengkajian keperawatan PK I dan dapat dipertimbangkan sebagai strategi pembinaan klinis untuk mendukung pengembangan kompetensi perawat.