Gizi kurang pada balita merupakan masalah kesehatan masyarakat. World Health Organization (2023) melaporkan prevalensi gizi kurang secara global mencapai 6,8%, sedangkan di Indonesia sebesar 7,4% (SKI, 2023). Pola makan yang kurang baik dan riwayat pemberian ASI eksklusif diduga berhubungan dengan kejadian gizi kurang pada balita di Puskesmas Tuminting Kota Manado. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian gizi kurang pada balita. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 12–59 bulan sebanyak 1.303 balita, dengan sampel 66 balita yang dihitung menggunakan rumus Slovin dan diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola makan, kuesioner riwayat pemberian ASI eksklusif, serta pengukuran berat badan menurut umur (BB/U). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Dari 66 balita, 28 balita (42,4%) mengalami gizi kurang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pola makan dengan kejadian gizi kurang (p = 0,000), dengan 87,5% balita berpola makan kurang baik mengalami gizi kurang. Selain itu, terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian gizi kurang (p = 0,004). Terdapat hubungan bermakna antara pola makan dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian gizi kurang.
Copyrights © 2026