Nelawati Radjamuda
Universitas Muhammadiyah Manado

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae pada remaja di MTS Negeri 1 Manado Winta Soamole; Nelawati Radjamuda; Suwandi I Luneto3
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45133

Abstract

Pruritus vulvae is a disorder characterized by a sensation of severe itching from the female external genital organs. The highest incidence of pruritus vulvae in the world occurs in adolescents due to poor personal hygiene behavior during menstruation. The aim of this study was to determine the relationship between personal hygiene behavior during menstruation and the incidence of pruritus vulvae in adolescents at MTS Negeri 1 Manado. The research method uses quantitative correlational with a cross sectional approach, the population is 140 consisting of 9 classes with 59 students as respondents, and the sample collection method is purposive sampling carried out on November 21 2024. The research instrument uses a questionnaire sheet and consisting of 26 with univariate statement then the data analyses using frequency distribution and bivariate data analysis using Spearman correlation.The research found the most respondents on age categorize were 12 years old (78%), most respondents had poor personal hygiene behavior (86.4%) and most respondents experienced pruritus vulvae (71.2%). The conclusion of this research p = 0.000, where α <0.05, which means that Ha is accepted and H0 is rejected, meaning that there is a relationship between personal hygiene behavior during menstruation and the incidence of pruritus vulvae in teenagers at MTS Negeri 1 Manado.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Manfaat ASI Dengan Keberhasilan Pemberian Asi Ekslusif di Puskesmas Kombos Kota Manado Yuyun Silayar; Nelawati Radjamuda; Atik Sunarmi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50129

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif adalah bayi yang hanya diberi ASI selama 0-6 bulan tanpa tambahan cairan lain,seperti susu formula, jeruk, madu, dan air putih, serta tanpa tambahan makanan seperti pisang, biscuit, bubur,kecuali vitamin, mineral dan obat. ASI adalah nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan bayi sepanjang masa.ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi. Komposisi ASI yang sesuai untuk kebutuhan bayi danmengandung zat pelindung dengan kandungan terbanyak ada pada kolustrum. Kolestrum adalah ASI yangberwarna kekuningan yang dihasilkan tiga hari pertama setelah bayi lahir. Salah satu faktor utama dalampemberian ASI Ekslusif adalah tingkat pengetahuan ibu yang masih minim terhadap ASI Eksklusif. Tujuandilaksananya penelitian ini Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang manfaat ASI terhadapkeberhasilan Pemberian ASI Ekslusif di Puskesmas Kombos Kota Manado. Metode yang digunakan adalah jenispenelitian kuantitatif dengan desain korelasi mengunakan pendekatan cross-sectional dan mengunakan ujiSpearman’rho. Dari penelitian ini diperoleh hasil uji statistic nilai p value sebesar 0,000. Hal ini menunjukannilai p < 0,05 maka Ha diterima dan H0 di tolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan HubunganTingkat Pengetahuan Ibu Tentang Manfaat ASI Dengan Keberhasilan Pemberian ASI Ekslusif di PuskesmasKombos Kota Manado.
Hubungan Body Image dengan Tingkat Kecemasan Remaja Putri di SMA Negeri 1 Wori Kabupaten Minahasa Utara Meyliana Dinny Tulandi; Anggun Sasmita; Nelawati Radjamuda; Noormah Juwita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62122

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai perubahan fisik, psikologis, dan sosial sehingga remaja putri lebih memperhatikan penampilan fisiknya. Persepsi negatif terhadap tubuh atau body image negatif dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja, salah satunya meningkatnya tingkat kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan tingkat kecemasan pada remaja putri di SMA Negeri 1 Wori Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 65 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS) dan Appearance Anxiety Inventory (AAI). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki body image positif sebanyak 48 responden (73,8%) dan tingkat kecemasan rendah sebanyak 45 responden (69,2%). Hasil uji Spearman Rank diperoleh p-value < 0,001 (p<0,05) dan koefisien korelasi rs = -0,619, menunjukkan hubungan negatif dengan kekuatan hubungan yang kuat antara body image dan tingkat kecemasan. Terdapat hubungan signifikan antara body image dengan tingkat kecemasan pada remaja putri di SMA Negeri 1 Wori Kabupaten Minahasa Utara. Semakin positif body image yang dimiliki remaja putri, semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami.
Hubungan Sikap Ibu Dengan Pemberdayaan Ibu Hamil Dalam Melakukan Deteksi Dini Kecemasan Pada Kehamilan Dipuskesmas Kombos Kota Manado Rasnun Ruslan; Adhe Lisna G. Sasiwi; Irne Wida Desiyanti; Nelawati Radjamuda
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1696

Abstract

Kecemasan pada ibu Hamil merupakan salah satu masalah psikologis yang dapat terjadi selama kehamilan dan berpengaruh terhadap Kesehatan ibu dan janin. Pemberdayaan ibu hamil diperlukan untuk menigkatkan kemampuan dalam megenali dan melakukan deteksi dini kecemasan, sedangkan sikap ibu merupakan salah satu factor yang dapat memengaruhi pemberdayaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini Adalah untuk mengetahui bagaimana presepsi ibutantang kemampuang mereka untuk mendeteksi kecemasan selama kehamilan sejak dini di Puskesmas Kmobos Kota Manado. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 73 responden yang dipilih menggunakan Teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sikap dan pemberdayaan ibu hamil. Analisi data menggunakan uji Chi-Square dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,005). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan pemberdayaan ibu hamil dalam melakukan deteksi dini kecemasan pada kehamilan. Semakin positif sikap ibu hamil, semakin tinggi pula Tingkat pemberdayaannya dalam melakukan deteksi dini kecemasan selama kehamilan. Kata kunci : sikap ibu, pemberdayaan ibu hamil, deteksi dini kecemasan
Faktor Penghambat Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Di Puskesmas Ranomuut Kota Pratiwi Nisa Setia Sari; Nelawati Radjamuda; Endang Puji Ati; Irne Wida Desiyanti; Risna Ayu Rahmadani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1729

Abstract

Latar belakang : Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan intervensi penting dalam pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir karena memberikan kesempatan kepada bayi melakukan kontak kulit ke kulit dan mulai menyusu secara alami pada satu jam pertama setelah lahir. Meskipun memiliki berbagai manfaat, pelaksanaan IMD di wilayah kerja Puskesmas Ranomuut Kota Manado masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penghambat pelaksanaan IMD berdasarkan pendekatan Social Ecological Model (SEM). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan berjumlah tujuh orang yang terdiri dari kepala puskesmas, dua bidan, dua ibu nifas, seorang suami, dan seorang anggota keluarga. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman semi terstruktur, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor individu meliputi keterbatasan pengetahuan dan pemahaman mengenai IMD serta kondisi psikologis berupa kelelahan, keraguan, kecemasan, dan kekhawatiran terhadap keamanan bayi. Faktor interpersonal meliputi keterbatasan pengetahuan dan dukungan suami serta keluarga, pengaruh kepercayaan dan kebiasaan keluarga, serta komunikasi dan pendampingan tenaga kesehatan yang belum optimal. Faktor organisasi berkaitan dengan keterbatasan media edukasi khusus IMD dan sumber daya manusia pada situasi persalinan tertentu, meskipun fasilitas dasar tersedia. Faktor kebijakan menunjukkan bahwa SOP dan program edukasi melalui ANC serta kelas ibu hamil telah tersedia, tetapi masih terdapat kesenjangan antara kebijakan formal dan implementasi teknis. Faktor interpersonal menjadi hambatan paling dominan. Pelaksanaan IMD memerlukan penguatan edukasi, dukungan keluarga, pendampingan tenaga kesehatan, sumber daya, dan monitoring penerapan SOP secara berkelanjutan.