p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Hindun Rahim
Universitas Muhammadiyah Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pola Makan dan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Gizi Kurang Pada Balita di Puskesmas Tuminting Kota Manado Fadila Ngabito; Winarsi Mokoagow; Nelawati Radjamuda; Hindun Rahim
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63364

Abstract

Gizi kurang pada balita merupakan masalah kesehatan masyarakat. World Health Organization (2023) melaporkan prevalensi gizi kurang secara global mencapai 6,8%, sedangkan di Indonesia sebesar 7,4% (SKI, 2023). Pola makan yang kurang baik dan riwayat pemberian ASI eksklusif diduga berhubungan dengan kejadian gizi kurang pada balita di Puskesmas Tuminting Kota Manado. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian gizi kurang pada balita. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 12–59 bulan sebanyak 1.303 balita, dengan sampel 66 balita yang dihitung menggunakan rumus Slovin dan diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola makan, kuesioner riwayat pemberian ASI eksklusif, serta pengukuran berat badan menurut umur (BB/U). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Dari 66 balita, 28 balita (42,4%) mengalami gizi kurang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pola makan dengan kejadian gizi kurang (p = 0,000), dengan 87,5% balita berpola makan kurang baik mengalami gizi kurang. Selain itu, terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian gizi kurang (p = 0,004). Terdapat hubungan bermakna antara pola makan dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian gizi kurang.
Pengaruh Konseling Pra Konsepsi Terhadap Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Persiapan Kehamilan Sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Bengkol Melka Djarangkala; Hindun Rahim; Anggun Sasmita; Atik Sunarmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63448

Abstract

Masa prakonsepsi merupakan periode penting untuk mempersiapkan kondisi fisik, psikologis, dan sosial sebelum kehamilan. Pengetahuan yang memadai dapat membantu wanita usia subur (WUS) mengenali berbagai kebutuhan dan faktor risiko yang perlu diperhatikan sebelum merencanakan kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konseling prakonsepsi terhadap tingkat pengetahuan WUS mengenai persiapan kehamilan sehat di wilayah kerja Puskesmas Bengkol. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Sebanyak 34 WUS dipilih melalui cluster random sampling dari populasi 3.754 WUS. Intervensi berupa konseling prakonsepsi dilakukan secara interaktif menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan media leaflet, selama sekitar 30 menit dan diberikan dua kali dalam satu minggu. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 20 butir yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis meliputi distribusi frekuensi, uji Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test pada α=0,05. Sebelum intervensi, 22 responden (64,7%) memiliki pengetahuan cukup, 8 responden (23,5%) kurang, dan 4 (11,8%) baik. Setelah konseling, 27 responden (79,4%) berada pada kategori baik dan 7 (20,6%) cukup, tanpa responden dalam kategori kurang. Rata-rata skor meningkat dari 12,68 menjadi 16,26, dengan selisih 3,59 poin. Uji paired sample t-test menunjukkan p<0,001 (t=-19,967), sehingga terdapat perbedaan yang bermakna antara skor sebelum dan sesudah konseling. Konseling prakonsepsi berbasis komunikasi dua arah dan leaflet berpotensi menjadi strategi edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan WUS mengenai persiapan kehamilan sehat.