Tujuan – Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran dan pola komunikasi pimpinan serta mengidentifikasi hambatan-hambatan komunikasi pimpinan dalam meningkatkan disiplin kerja pegawai di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Nias. Metode -Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan disiplin kerja pegawai. Hasil - Penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pimpinan berperan efektif dalam meningkatkan disiplin kerja melalui arahan, koordinasi, pengawasan, evaluasi, dan pembinaan. Pola komunikasi yang digunakan meliputi komunikasi vertikal, formal, langsung, dan dua arah, baik melalui apel, rapat, briefing, komunikasi personal, telepon, maupun WhatsApp. Disiplin kerja pegawai secara umum tergolong baik, sedangkan hambatan komunikasi yang muncul bersifat relatif ringan dan dapat diatasi melalui koordinasi, pengawasan, serta pembinaan berkelanjutan. Kebaruan - Penelitian ini mengkaji tentang peran komunikasi pimpinan dalam membentuk disiplin kerja pada lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Nias, dengan menelaah secara bersamaan bentuk komunikasi formal, langsung, personal, serta pemanfaatan media komunikasi seperti WhatsApp. Signifikansi – Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pimpinan Satuan Polisi Pamong Praja dalam meningkatkan efektivitas komunikasi, koordinasi, pengawasan, dan pembinaan pegawai. Hasil penelitian dapat menjadi dasar untuk mempertahankan dan meningkatkan disiplin kerja serta mengatasi berbagai hambatan komunikasi dalam pelaksanaan tugas organisasi.
Copyrights © 2026