Sebagai penyakit kronis yang menuntut penanganan jangka panjang, hipertensi menjadikan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat sebagai penentu utama keberhasilan terapi. Di sinilah keluarga memegang peran krusial bukan sekedar pendamping, tetapi juga sumber informasi, penopang emosional, sekaligus pengingat agar pasien tidak lalai minum obat. Berangkat dari hal tersebut, penelitian ini disusun untuk menelusuri kaitan antara dukungan keluarga dan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat inap di Rumah Sakit X, Kota Bengkulu. Sebanyak 133 responden dilibatkan melalui teknik purposive sampling, dengan data dihimpun lewat kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan minum obat. Analisis data kemudian dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rho pada program SPSS. Dari segi karakteristik, responden didominasi oleh kelompok usia 51–60 tahun (45,1%) dan berjenis kelamin perempuan (72%). Sementara itu, tingkat dukungan keluarga yang diterima mayoritas responden berada pada kategori cukup (65,4%), sejalan dengan tingkat kepatuhan pengobatan yang juga tergolong baik—73,7% responden dinyatakan patuh. Hasil uji Spearman Rho memperkuat temuan ini dengan nilai p<0,001, yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa dukungan keluarga bukan sekadar pelengkap, melainkan faktor yang benar-benar berkaitan erat dengan kepatuhan pasien hipertensi dalam menjalani pengobatan di Rumah Sakit X, Kota Bengkulu.
Copyrights © 2027