Vibrasi berlebih pada pompa industri merupakan indikator kegagalan mekanis yang berisiko merusak instrumentasi dan struktur pompa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik getaran serta mengidentifikasi penyebab tingginya amplitudo vibrasi pada Condensate Extraction Pump (CEP) di PLTU Jawa 9 dan 10. Metodologi penelitian melibatkan pengumpulan data vibrasi overall dan spektrum frekuensi menggunakan vibration monitoring system pada rentang operasional 1100 rpm hingga 1450 rpm. Analisis data dilakukan dengan metode Fast Fourier Transform (FFT) untuk membedah domain frekuensi dominan. Hasil analisis spektrum menunjukkan dominasi frekuensi pada 1X rpm, dengan level vibrasi tertinggi tercatat pada rentang 1100 rpm hingga 1200 rpm. Vibrasi mengalami penurunan signifikan secara asimtotik saat putaran mesin melewati 1300 rpm hingga mencapai beban penuh di sekitar 1450 rpm. Temuan ini mengidentifikasi adanya fenomena resonansi akibat pertemuan frekuensi putaran mesin dengan frekuensi natural sistem. Sebagai langkah mitigasi, penelitian ini merekomendasikan modifikasi struktur melalui penambahan stiffner untuk menggeser frekuensi natural serta pembatasan rentang operasional di bawah 1300 rpm. Evaluasi ini menegaskan krusialnya pemetaan frekuensi kritis untuk menjaga integritas struktural dan umur pakai pompa industri. Kata kunci: condensate extraction pump, analisa vibrasi, fast fourier transform, frekuensi natural, resonansi.
Copyrights © 2026