Kelurahan Kebon Pala, Jakarta Timur, merupakan wilayah rawan banjir yang berulang, termasuk kejadian Februari 2026 dengan ketinggian udara mencapai 120 cm. Hasil Focus Group Discussion awal menunjukkan sekitar 75% anggota Tim Penggerak PKK belum berani berbicara di depan umum, sehingga menghambat penyebaran informasi peringatan dini dan koordinasi di tingkat RT/RW. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan public speaking ibu-ibu PKK melalui pelatihan seni pertunjukan berjenjang, membentuk kader komunikator kebencanaan, dan mengintegrasikan pendekatan seni budaya dengan manajemen komunikasi kebencanaan berdasarkan prinsip safety culture aviasi (Crew Resource Management dan format SBAR). Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan partisipatif dan experiential learning yang dilaksanakan pada 24 kader PKK dari 12 RW selama empat bulan (Mei-Agustus 2026) melalui lima tahapan: sosialisasi, pelatihan bertahap, penerapan teknologi/inovasi, pendampingan dan evaluasi, serta berkelanjutan program. Evaluasi menggunakan kuesioner pra dan pasca pelatihan serta lembar rubrik kinerja fasilitator. Hasil menunjukkan skor rata-rata kepercayaan diri peserta (n=24, data berpasangan lengkap) meningkat signifikan dari 54,9 menjadi 82,3 (skala 100) pada kuesioner sikap (uji-t berpasangan, p<0,001; Cohen's d=6,43; reliabilitas Cronbach's Alpha 0,70-0,89), sementara evaluasi kinerja tampil menunjukkan sekitar 80% peserta mampu berbicara di depan kelompok minimal 20 orang selama 5 menit tanpa teks. Program berhasil membentuk 10 kader komunikator kebencanaan, menyelenggarakan kegiatan apresiasi "Gelar Budaya Tangguh Bencana" secara berani yang diikuti seluruh 24 peserta dalam 3 kelompok disertai penyampaian inventaris produk public speaking, serta menyebarkan modul pelatihan ke 12 RW. Disimpulkan bahwa integrasi seni pertunjukan dengan manajemen komunikasi kebencanaan efektif meningkatkan kapasitas komunikasi perempuan di wilayah rawan bencana, dan disarankan untuk direplikasi di kelurahan rawan banjir lain dengan pendampingan berjenjang.
Copyrights © 2026