Ikan bandeng mengandung berbagai macam kandungan gizi seperti protein, vitamin B1, B2, B3, B6 dan B12, asam lemak Omega 3 dan mineral. Ikan bandeng dapat diolah menjadi berbagai macam bentuk produk atau sering disebut dengan diversifikasi olahan pangan. Oleh karena itu, optimalisasi olahan pangan ikan bandeng harus dilakukan secara terintegrasi, berkesinambungan dan berkelanjutan. Tujuannya tidak lain adalah untuk menjadikan ikan bandeng sebagi media diplomasi kuliner yang menjadi ciri khas/landmark Kabupaten Pati. Kabupaten Pati memiliki potensi perikanan bandeng yang besar. Produksi ikan bandeng di Kabupaten Pati pada tahun 2024 menduduki peringkat ke-2 yaitu sebanyak 445 ton. Disamping itu, Kabupaten Pati juga menempati urutan pertama penghasil produk perikanan budidaya tambak terbanyak di Provinsi Jawa Tengah. Meskipun demikian, masih banyak berbagai kendala dan permasalahan yang ditemui diantaranya seperti minimnya optimalisasi teknologi, kapabilitas, kreativitas dan daya inovasi masyarakat masih rendah. Metode pengabdian yang dilakukan adalah dengan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Teknologi dan inovasi yang diterapkan diantaranya adalah implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG) panci presto dan continuous sealer untuk menunjang produksi pasca panen ikan bandeng. Kemudian ada juga pendampingan pembuatan kemasan dan pemasaran digital. Pelatihan diversifikasi produk ikan bandeng menjadi fish roll, pizza bandeng dan nugget bandeng
Copyrights © 2025