Sampah masih menjadi permasalahan induk yang memicu pencemaran udara dan lingkungan di wilayah perkotaan, salah satunya yang terjadi di SDN Sukoharjo 1 Kota Malang. Minimnya kesadaran lingkungan sejak dini dan sikap kurang peduli membuang sampah pada tempatnya, serta tercampurnya sampah organik, anorganik, dan residu dalam 1 tempat sampah menjadi pemicu utama terhadap bau tidak sedap, kemudian berimbas pada pencemaran udara dan lingkungan di sekitar sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan kesadaran siswa di SDN Sukoharjo 1 Kota Malang terhadap urgensi memilah sampah sesuai jenisnya sebelum dibuang ke tempat sampah, serta menghasilkan video edukasi berbasis animasi digital tentang pilah sampah yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan yaitu melalui pendekatan partisipatif meliputi koordinasi awal dengan sekolah mitra, analisis kebutuhan, pengembangan video animasi digital, sosialisasi edukasi pilah sampah, best practice pilah sampah secara langsung, evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui media video animasi digital yang dirancang secara menarik dengan menyesuaikan karakteristik siswa sekolah dasar, mampu meningkatkan pengetahuan, pemahaman, sikap, dan kesadaran akan memilah sampah sebelum dibuang bagi siswa di SDN Sukoharjo 1 Kota Malang, serta mampu mendukung terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu tentang penanganan perubahan ilkim (SDGs 13). Trash is still a major problem that causes air and environmental pollution in urban areas, one of which happens at SDN Sukoharjo 1 in Malang City. The lack of environmental awareness from an early age and the careless attitude of not throwing trash in the right place, along with mixing organic, inorganic, and residual waste in one trash bin, are the main triggers for bad odors, which then affect air and environmental pollution around the school. The goal of this research is to improve the knowledge, attitude, and awareness of students at SDN Sukoharjo 1 in Malang city about the importance of sorting waste according to its type before throwing in to the trash, and to produce an educational video based on digital animation about waste sorting that can be used sustainably. The method used was through a participatory approach, including initial coordination with partner schools, need analysis, development of digital animation videos, socialization of waste-sorting, evaluation using pre-test and post-test, and field observations. The research results show that using digital animation videos designed in an interesting way and tailored to the characteristics of elementary school students can improve knowledge, understanding, attitudes, and awareness about sorting waste before disposal for students at SDN Sukoharjo 1 in Malang, and can also support achieving the sustainable development goal on climate action (SDGs 13).
Copyrights © 2026