Penelitian ini bertujuan menganalisis gaya belajar (Visual, Auditori, Kinestetik) siswa berprestasi akademik dan non-akademik, serta perbedaannya. Penelitian kualitatif pendekatan studi kasus ini berfokus pada siswa kelas VI SDN Medangharuman 1. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan prestasi akademik tinggi tidak terikat pada satu gaya belajar; siswa visual, auditori, maupun kinestetik mampu meraih prestasi berkat metakognisi dan regulasi diri. Pada ranah non-akademik, gaya belajar bermutasi menjadi bakat inti di mana siswa mengaktualisasikan modalitas dominannya secara murni. Kesimpulannya, pencapaian akademik menuntut kompensasi terhadap lingkungan belajar yang kaku, sementara ranah non-akademik membutuhkan ruang berekspresi secara bebas tanpa kompromi.
Copyrights © 2026