Pertumbuhan investor pasar modal di Indonesia mengalami lonjakan yang sangan pesat, yang didominasi oleh generasi muda. Meskipun demikian, pertumbuhan pengguna aplikasi investasi digital seperti Pluang menunjukkan kecenderungan melambat. Kondisi ini mengindikasikan bahwa ketersediaan teknologi finansial belum tentu menjamin keberlanjutan adopsi pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi keinginan untuk menggunakan aplikasi Pluang oleh generasi Z dan milenial di Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori yang menggunakan SmartPLS 4 dan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data dikumpulkan melalui survei daring terhadap 147 responden menggunakan teknik purposive sampling. Model penelitian mengintegrasikan Technology Acceptance Model (TAM), Theory of Planned Behavior (TPB), beberapa konstruk dari Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), serta variabel eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived behavioral control, perceived usefulness, perceived ease of use, attitude toward using, dan perceived risk berpengaruh signifikan terhadap intention to use. Sebaliknya, subjective norm, national pride, perceived trust, perceived privacy, dan price value tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa niat menggunakan aplikasi investasi digital lebih dipengaruhi oleh manfaat, kemudahan penggunaan, persepsi risiko, dan kesiapan pengguna dibandingkan faktor sosial maupun eksternal lainnya.
Copyrights © 2026