Bullying merupakan salah satu permasalahan yang masih sering dijumpai di lingkungan madrasah dan berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis serta sosial peserta didik. Madrasah Ibtidaiyah sebagai lembaga pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah bagi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep Sekolah Ramah Anak (SRA) sebagai upaya pencegahan bullying di MI Alkhairat Sigi Biromaru, Palu, Sulawesi Tengah. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, sosialisasi dan edukasi Sekolah Ramah Anak, pendampingan implementasi dalam pembelajaran dan budaya sekolah, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran warga sekolah, khususnya guru dan peserta didik, terhadap pentingnya perilaku anti-bullying dan penerapan nilai-nilai ramah anak. Selain itu, terjadi perubahan positif pada iklim pembelajaran yang lebih inklusif, aman, dan nyaman. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam membangun komitmen bersama warga madrasah untuk mencegah bullying secara berkelanjutan. Dengan demikian, penerapan Sekolah Ramah Anak di MI Alkhairat Sigi Biromaru efektif sebagai strategi preventif dalam menciptakan lingkungan madrasah yang kondusif dan bebas dari bullying.
Copyrights © 2026