Moderasi beragama dalam pendidikan Islam selama ini cenderung ditempatkan dalam kerangka toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan pencegahan ekstremisme. Namun, kompleksitas masyarakat demokratis menuntut orientasi yang melampaui toleransi pasif menuju keterlibatan kewargaan yang aktif. Artikel ini bertujuan menganalisis dan merekonstruksi konsep moderasi beragama dalam pendidikan Islam melalui perspektif active citizenship. Penelitian menggunakan pendekatan kajian literatur dengan menelaah secara kritis berbagai publikasi ilmiah mengenai moderasi beragama, pendidikan Islam, dan kewarganegaraan. Hasil kajian menunjukkan bahwa moderasi beragama berpotensi dikembangkan dari paradigma koeksistensi menuju kompetensi kewargaan yang mencakup partisipasi sosial, dialog lintas identitas, penghormatan terhadap hak warga negara, tanggung jawab publik, serta keterlibatan konstruktif dalam kehidupan demokratis. Artikel ini menawarkan reorientasi konseptual moderasi beragama sebagai fondasi pembentukan Muslim yang tidak hanya toleran terhadap keberagaman, tetapi juga mampu berperan sebagai warga negara yang inklusif, partisipatif, kritis, dan bertanggung jawab dalam masyarakat plural.
Copyrights © 2026