Frendy Sasongko
Pascasarjana IAD Probolinggo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Beyond Religious Tolerance: Reorientasi Moderasi Beragama menuju Active Citizenship dalam Pendidikan Islam Frendy Sasongko; Khoiriyah Pascasarjana
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moderasi beragama dalam pendidikan Islam selama ini cenderung ditempatkan dalam kerangka toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan pencegahan ekstremisme. Namun, kompleksitas masyarakat demokratis menuntut orientasi yang melampaui toleransi pasif menuju keterlibatan kewargaan yang aktif. Artikel ini bertujuan menganalisis dan merekonstruksi konsep moderasi beragama dalam pendidikan Islam melalui perspektif active citizenship. Penelitian menggunakan pendekatan kajian literatur dengan menelaah secara kritis berbagai publikasi ilmiah mengenai moderasi beragama, pendidikan Islam, dan kewarganegaraan. Hasil kajian menunjukkan bahwa moderasi beragama berpotensi dikembangkan dari paradigma koeksistensi menuju kompetensi kewargaan yang mencakup partisipasi sosial, dialog lintas identitas, penghormatan terhadap hak warga negara, tanggung jawab publik, serta keterlibatan konstruktif dalam kehidupan demokratis. Artikel ini menawarkan reorientasi konseptual moderasi beragama sebagai fondasi pembentukan Muslim yang tidak hanya toleran terhadap keberagaman, tetapi juga mampu berperan sebagai warga negara yang inklusif, partisipatif, kritis, dan bertanggung jawab dalam masyarakat plural.
Rekonstruksi Pendidikan Kritis dalam Pembelajaran PAI di Era Algoritma Digital: Integrasi Konsep Conscientization Paulo Freire dan Tabayyun dalam Membentuk Kesadaran Kritis Peserta Didik Frendy Sasongko; Ahsan Hakim
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi teknologi digital telah mengubah proses pembentukan pengetahuan keagamaan peserta didik, terutama melalui media sosial berbasis algoritma yang memengaruhi visibilitas, pengulangan, dan personalisasi informasi keagamaan. Artikel ini bertujuan menganalisis perubahan pembentukan pengetahuan keagamaan dalam lingkungan algoritmik, mengidentifikasi dialog konseptual antara conscientization Paulo Freire dan prinsip tabayyun dalam Islam, serta merekonstruksi kerangka pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan metode integrative literature review, analisis konseptual, analisis tematik, dan sintesis teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa conscientization menjadi landasan pedagogis dalam membangun kesadaran kritis, sedangkan tabayyun berfungsi sebagai landasan epistemologis dan etis untuk memverifikasi sumber, isi, konteks, otoritas, dan dampak informasi. Penelitian ini menawarkan Conscientization–Tabayyun Framework (CTF) yang terdiri atas lima tahap: kesadaran algoritmik, problem-posing, tabayyun, dialog dan refleksi kritis, serta praksis digital transformatif. Kerangka ini mendukung terbentuknya peserta didik yang kritis, reflektif, dan bertanggung jawab secara epistemik dalam lingkungan keagamaan digital.