Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap penggunaan video pembelajaran dalam memahami materi pecahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling, dengan responden berupa mahasiswa aktif yang pernah mempelajari materi pecahan dan pernah menggunakan atau melihat video pembelajaran untuk mempelajari materi tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form yang terdiri atas 15 butir pernyataan dengan skala Likert empat tingkat. Data dianalisis secara deskriptif melalui frekuensi dan persentase pada setiap pilihan jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan persepsi positif terhadap penggunaan video pembelajaran dalam memahami materi pecahan. Persepsi positif terlihat pada aspek kemudahan memahami materi sebesar 80,39%, kejelasan penyajian sebesar 72,55%, bantuan visual sebesar 80,39%, bantuan visual dalam memahami langkah penyelesaian sebesar 84,31%, kemudahan penggunaan sebesar 80,39%, ketertarikan belajar sebesar 78,43%, dan efektivitas penggunaan video pembelajaran sebesar 80,39% berdasarkan gabungan respons setuju dan sangat setuju. Hasil tersebut menunjukkan bahwa video pembelajaran dipersepsikan dapat membantu mahasiswa memahami materi pecahan melalui penyajian materi yang lebih jelas, penggunaan unsur visual, dan penjelasan langkah penyelesaian secara bertahap. Namun, temuan penelitian ini menggambarkan persepsi mahasiswa dan tidak dimaksudkan sebagai bukti hubungan sebab-akibat antara penggunaan video pembelajaran dan peningkatan kemampuan memahami pecahan. Dengan demikian, video pembelajaran dapat digunakan sebagai salah satu media pendukung dalam pembelajaran materi pecahan.
Copyrights © 2026