Transformasi kawasan bekas tambang menjadi destinasi geowisata merupakan salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya geologi yang berorientasi pada konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses transformasi Tebing Breksi Yogyakarta dari kawasan bekas tambang menjadi destinasi geowisata serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung proses tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur terhadap dua pengelola wisata yang dipilih secara purposif, dokumentasi, dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan empat faktor utama yang berkaitan dengan transformasi kawasan, yaitu potensi geoheritage, partisipasi masyarakat, dukungan pemerintah, dan pengembangan infrastruktur wisata, sedangkan konservasi diposisikan sebagai prinsip pengelolaan yang melandasi pemanfaatan kawasan. Berdasarkan perspektif pengelola, observasi, dan dokumen yang dianalisis, transformasi tersebut berkaitan dengan berkembangnya aktivitas ekonomi lokal serta menguatnya fungsi kawasan sebagai media edukasi kebumian dan pelestarian warisan geologi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pengembangan geowisata pada kasus Tebing Breksi tidak hanya bertumpu pada keunikan geologi, tetapi juga pada kolaborasi antarpemangku kepentingan dan pengelolaan yang berkelanjutan. Temuan ini memberikan pelajaran kontekstual bagi pengembangan kawasan bekas tambang dengan karakteristik serupa.
Copyrights © 2026