Keberlanjutan sektor pertanian memerlukan regenerasi pelaku usaha tani, tetapi minat generasi muda untuk menjadikan pertanian sebagai bidang kerja masih dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi yang berbeda antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendapatan keluarga, kepemilikan lahan pertanian, lingkungan keluarga, tingkat pendidikan, serta akses modal dan teknologi terhadap minat generasi muda pada sektor pertanian di Desa Lalai, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain potong lintang. Populasi terdiri atas 374 pemuda berusia 16–30 tahun dan sampel penelitian sebanyak 37 responden yang dipilih menggunakan stratified random sampling pada empat dusun. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan SPSS versi 22. Hasil menunjukkan bahwa pendapatan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat generasi muda (B=1,277; t=2,401; p=0,023), demikian pula lingkungan keluarga (B=1,331; t=2,448; p=0,020). Kepemilikan lahan, pendidikan, serta akses modal dan teknologi memiliki koefisien positif, tetapi tidak signifikan pada taraf 5%. Secara simultan, kelima faktor berpengaruh signifikan terhadap minat (F=76,367; p<0,001) dengan R²=0,925 dan adjusted R²=0,913. Lingkungan keluarga memiliki koefisien beta terstandarisasi terbesar (?=0,292). Temuan menegaskan pentingnya prospek ekonomi keluarga dan dukungan lingkungan keluarga dalam memperkuat ketertarikan pemuda terhadap sektor pertanian di lokasi penelitian.
Copyrights © 2026