Desa Sait Buttu Saribu, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, memiliki potensi kopi arabika khas Simalungun dan madu hutan yang dikelola antara lain oleh kelompok usaha Takoma, namun belum dikelola dan dipromosikan secara optimal sehingga nilai tambah ekonominya masih terbatas. Kegiatan ini merupakan tahap pemetaan awal (assessment) terhadap mitra sasaran, yaitu kelompok tani kopi rakyat dan kelompok usaha madu Takoma, sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan berbasis masyarakat pada tahap pendampingan selanjutnya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan pada petani kopi dan pengelola kelompok usaha madu, wawancara mendalam bersama Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) selaku informan kunci mengenai wisata Takoma dan kopi, serta studi dokumentasi. Hasil menunjukkan kopi dan madu desa ini berpotensi pasar baik, namun menghadapi kendala keterbatasan sumber daya manusia muda, promosi digital yang belum konsisten, dan lemahnya kelembagaan kelompok usaha di luar Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang sudah berjalan. Penelitian merekomendasikan penguatan kelembagaan, hilirisasi produk, promosi digital, dan agroeduwisata kopi-madu sebagai strategi pembangunan ekonomi desa berkelanjutan pada tahap pendampingan lanjutan
Copyrights © 2026