Anemia masih menjadi masalah kesehatan pada remaja putri yang dapat berkaitan dengan pengetahuan mengenai anemia dan kecukupan asupan zat besi (Fe). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan mengenai anemia dan asupan Fe dengan kejadian anemia pada remaja putri di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan sampel penelitian terdiri atas 204 siswi yang diambil menggunakan teknik multistage cluster random sampling. Pengetahuan mengenai anemia diukur menggunakan kuesioner 27 pertanyaan, sedangkan asupan Fe diperoleh melalui Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan kadar hemoglobin diperiksa menggunakan metode cyanmethemoglobin. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan 52,9% responden memiliki pengetahuan kurang, 45,1% memiliki asupan Fe tidak mencukupi, dan 27,0% mengalami anemia. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan mengenai anemia dan kejadian anemia (p=0,001; OR=3,176; 95% CI: 1,617–6,241), serta antara asupan Fe dan kejadian anemia (p=0,023; OR=2,064; 95% CI: 1,101–3,867). Peningkatan pengetahuan mengenai anemia dan pemenuhan kebutuhan Fe perlu diperhatikan sebagai bagian dari upaya pencegahan anemia pada remaja putri.
Copyrights © 2026