Swabakar merupakan salah satu risiko dalam penyimpanan batubara karena dapat menurunkan kualitas, menyebabkan kehilangan material, serta meningkatkan risiko keselamatan di area stockpile. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi upaya pencegahan swabakar melalui aspek temperatur, geometri, dan manajemen penimbunan pada ROM stockpile PT Putra Muba Coal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif berbasis observasi lapangan. Temperatur diukur menggunakan thermogun pada 12 titik selama 30 hari, disertai pengamatan terhadap tinggi dan sudut kemiringan timbunan, pola windrow-layering, pemadatan, sistem pembongkaran FIFO/LIFO, lama penimbunan, serta kondisi lantai dan drainase. Hasil penelitian menunjukkan tinggi timbunan berkisar 6–7 m dengan sudut rata-rata 33,58°. Sistem pembongkaran belum sepenuhnya menerapkan FIFO secara konsisten karena pada kondisi tertentu masih terjadi LIFO, sementara sebagian batubara tersimpan lebih dari satu bulan. Pemantauan temperatur selama Mei 2022 menunjukkan adanya beberapa titik dengan temperatur maksimum ≥50 °C, dengan nilai tertinggi 63,3 °C. Selain itu, masih ditemukan genangan air pada beberapa bagian lantai stockpile. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pencegahan swabakar perlu dilakukan melalui penerapan FIFO dan pengendalian lama penimbunan secara konsisten, pemadatan berlapis, pengendalian geometri timbunan, perbaikan lantai dan drainase, serta pemantauan temperatur secara rutin yang disertai tindakan dini ketika terjadi peningkatan temperatur. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi teknis spesifik lokasi dengan menggabungkan aspek temperatur, geometri, dan manajemen penimbunan sebagai dasar penentuan prioritas pencegahan swabakar pada ROM stockpile PT Putra Muba Coal.
Copyrights © 2026