Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan profil kecanduan media sosial siswa kelas XI Desain Komunikasi Visual (DKV) berdasarkan gender di SMK. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel berjumlah 71 siswa, terdiri atas 37 perempuan dan 34 laki-laki, yang dipilih secara purposive dari kelas XI DKV. Data dikumpulkan menggunakan Social Media Addiction Scale (SMAS) yang diadaptasi dari Al-Menayes (2015) dengan reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,895, serta wawancara semi terstruktur dengan satu guru Bimbingan dan Konseling sebagai data pendukung. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Mann-Whitney U serta Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori sedang (52,11%), diikuti kategori tinggi (32,39%) dan rendah (15,49%). Secara deskriptif, skor kecanduan media sosial siswa perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, terutama pada dimensi time displacement. Namun, hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada skor total kecanduan media sosial berdasarkan gender (p = 0,485; r = -0,10). Hasil pada ketiga dimensi juga tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, sedangkan uji Chi-Square tidak menunjukkan asosiasi yang signifikan antara gender dan kategori kecanduan (p = 0,090; Cramér’s V = 0,26). Temuan penelitian terbatas pada konteks kelas XI DKV dan tidak dimaksudkan untuk digeneralisasikan pada seluruh siswa SMK. Hasil penelitian menunjukkan relevansi layanan bimbingan dan konseling berbasis self-management bagi siswa dalam mengembangkan kontrol diri dan manajemen waktu dalam penggunaan media sosial.
Copyrights © 2026