Penelitian ini mengkaji fenomena konformitas negatif yang sering terjadi di antara siswa di sekolah menengah atas. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk menilai sejauh mana pelatihan asertif yang memadukan penggunaan reflection diary untuk menurunkan tingkat konformitas negatif pada siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Siswa yang ditetapkan menjadi sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, yang menghasilkan sejumlah 24 siswa yang dibagi dalam dua kelompok, 12 siswa untuk kelompok eksperimen dan 12 siswa untuk kelompok kontrol. Data diperoleh dengan menggunakan skala yang teruji validitas dan reliabilitasnya untuk mengukur konformitas negatif, yang kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji Independent Sample t-Test. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode pelatihan asertif yang melibatkan jurnal reflektif berhasil dalam menurunkan konformitas negatif di kalangan siswa. Uji independent sample t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan asertivitas yang digabungkan dengan jurnal reflektif dapat dijadikan strategi konseling yang efektif untuk membantu siswa dalam mengurangi tindakan konformitas negatif.
Copyrights © 2026