Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PKM Seminar Parenting Tangguh Di Era Milenial untuk Ibu Persit Kartika Chandra Kirana Makassar Farida Aryani; Muhammad Rais; Fitriana Fitriana; Inayah Ridhayanti Qarimah; Maslina Maslina
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/inovasi.v5i1.74375

Abstract

Abstract. The rapid development of digital technology has transformed parenting paradigms, presenting new complexities for parents guiding children amidst a plethora of information and digital content. This study highlights the urgency of adequate preparation for parents, particularly members of Persit Kartika Chandra Kirana (the Indonesian Army Wives Association) within the military environment, who face unique challenges related to their husbands' dynamic professions. Initial observations in Makassar indicated a gap in emotional support due to these dynamics, potentially affecting psychological well-being and the quality of childcare. The concept of "Resilient Parenting," encompassing emotional resilience, effective family communication, fostering child independence, and optimizing support systems, becomes essential in this context. This research outlines the implementation of a community service program in the form of a seminar titled "Becoming Resilient Parents in the Digital Era," involving 200 Persit members in Makassar City. Utilizing an interactive seminar approach that combined comprehensive material presentations, brainstorming sessions, and open discussions, the program aimed to enhance the parenting capacity of Persit members. The results indicate a significant improvement in participants' understanding of digital parenting literacy, the application of positive discipline, and assertive communication strategies. The discussion correlates these findings with Urie Bronfenbrenner's Ecological Systems Theory, emphasizing how interventions at the family microsystem level can mitigate the impacts of the digital macrosystem and military exosystem. This program successfully equipped participants with practical skills and strengthened community support networks, contributing to enhanced family resilience and the quality of child development in the digital era. Keywords: Resilient Parenting; Childrearing, Family Resilience, Digital Literacy.
Optimalisasi Peran Konselor Sebaya dalam Menciptakan Iklim Sekolah yang Peduli dan Suportif di SMP 49 Makassar: Pengabdian Maslina Maslina; Dwi Endrasto Wibowo; Inayah Ridhayanti Qarimah; Muhammad Isnawan Syafir
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6792

Abstract

Kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis siswa merupakan isu penting dalam pendidikan, terutama pada masa remaja yang ditandai perubahan emosional dan sosial yang kompleks. Banyak siswa mengalami stres akademik, kecemasan ujian, dan masalah pertemanan, namun lebih nyaman berbagi dengan teman sebaya daripada guru atau orang tua. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan peran konselor sebaya dalam menciptakan iklim sekolah yang peduli dan suportif di SMP Negeri 49 Makassar. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis experiential learning melalui analisis kebutuhan, pelatihan keterampilan konseling dasar, simulasi, dan pendampingan. Peserta berjumlah 25 siswa yang dipilih berdasarkan hasil sosiometri dan rekomendasi guru BK. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam mendengarkan aktif, berempati, menjaga kerahasiaan, dan memberikan dukungan emosional kepada teman sebaya. Program ini juga meningkatkan kepedulian sosial serta menciptakan ruang aman bagi siswa untuk berbagi masalah. Program konselor sebaya terbukti efektif sebagai strategi preventif dan suportif dalam penguatan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah, sehingga direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan sekolah dan guru BK.
Optimalisasi Peran Konselor Sebaya dalam Menciptakan Iklim Sekolah yang Peduli dan Suportif di SMP 49 Makassar: Pengabdian Maslina Maslina; Dwi Endrasto Wibowo; Inayah Ridhayanti Qarimah; Muhammad Isnawan Syafir
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6433

Abstract

Kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis siswa menjadi salah satu isu penting dalam dunia pendidikan, khususnya pada masa remaja yang ditandai dengan perubahan emosional dan sosial yang cukup kompleks. Banyak siswa mengalami stres akademik, kecemasan menghadapi ujian, serta masalah pertemanan, namun cenderung lebih nyaman berbagi cerita dengan teman sebaya dibandingkan guru atau orang tua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran konselor sebaya dalam menciptakan iklim sekolah yang peduli dan suportif di SMP Negeri 49 Makassar. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis experiential learning melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan keterampilan dasar konseling, simulasi praktik, dan pendampingan. Peserta kegiatan berjumlah 25 siswa yang dipilih berdasarkan hasil sosiometri dan rekomendasi guru BK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam mendengarkan aktif, menunjukkan empati, menjaga kerahasiaan, serta memberikan dukungan emosional kepada teman sebaya. Program ini juga meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kepedulian sosial dan menciptakan ruang aman bagi siswa untuk berbagi permasalahan. Program konselor sebaya dinilai efektif sebagai strategi preventif dan suportif dalam penguatan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Oleh karena itu, program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan sekolah dan guru BK.
Birth Order and Gender as Predictors of Career Self-Efficacy among High School Students Inayah Ridhayanti Qarimah; Dwi Endrasto Wibowo; Zul Arsil Maulana Arief; Ribka Mutiara Simatupang; Muh. Fahmi Anugerah
KONSELING: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapannya Vol. 7 No. 3 (2026): April
Publisher : ILIN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/konseling.v7i3.3402

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between birth order and gender with career self-efficacy among high school students. The study was grounded in Alfred Adler’s Individual Psychology theory, particularly the concepts of family constellation and birth order, and was further supported by Social Cognitive Career Theory in explaining the development of students’ career beliefs. This research employed a quantitative correlational approach involving 174 tenth- and eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Gowa. Data were collected using a career self-efficacy questionnaire and analyzed through Point-Biserial Correlation, Spearman Rank Correlation, and Multiple Linear Regression using IBM SPSS Statistics. The findings revealed that gender had a significant relationship with career self-efficacy, whereas birth order did not show a significant relationship. Simultaneously, gender and birth order significantly influenced career self-efficacy, although their contribution was relatively low. These findings indicate that students’ career beliefs are more strongly influenced by psychological dynamics, social experiences, and environmental support than by birth order alone.
Peningkatan Kesehatan Mental Melalui Couns Day bagi Remaja di Kabupaten Gowa Inayah Ridhayanti Qarimah; Maslina; Fitriana Ria; Abid Raisardhi Abdullah; Nurfaidah Ardis
INKAMKU : Integrasi Akademisi dan Masyarakat yang Berkualitas Vol 4 No 2 (2025): INKAMKU : Journal of Community Service
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/inkamku.v4i2.4249

Abstract

Fenomena yang banyak ditemukan di lapangan adalah kecenderungan remaja melakukan self-diagnosis melalui media sosial , padahal pada kenyataannya mereka lebih membutuhkan ruang aman untuk bercerita dan dukungan emosional dari teman sebaya . Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk Counts Day dengan metode Sungai Kehidupan dan Butterfly Hug bagi remaja di Kabupaten Gowa . Metode Sungai Kehidupan digunakan untuk menggali perjalanan hidup peserta melalui momen naik -turun masalah yang dialami remaja , sementara Butterfly Hug diterapkan sebagai teknik sederhana untuk memperkuat diri dan menumbuhkan rasa syukur terhadap diri sendiri . Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, menyadari manfaat memiliki teman cerita dalam meringankan beban emosional , serta mulai menginternalisasi sikap peduli terhadap diri sendiri . Temuan ini mempertegas bahwa pendekatan konseling berbasis narasi dan dukungan sebaya mampu menjadi strategi efektif dalam meningkatkan ketahanan mental remaja .
Need-Based Development of Out-Of-School Guidance and Counseling Services to Strengthen Self-Identity of Karang Taruna Youth Siska Putri Ayu; Maslina; Inayah Ridhayanti Qarimah; A Nurainun Jariah; Aswar; Ryan Hidayat Rafiola
INDONESIAN COUNSELING AND PSYCHOLOGY Vol. 6 No. 2 (2026): INDONESIAN COUNSELING AND PSYCHOLOGY
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bw2x5s44

Abstract

This study aims to design a needs-based Out-of-School Guidance and Counseling program to strengthen self-identity and career readiness among members of the “X” Karang Taruna youth organization in Bantaeng Regency. A qualitative case study approach was used. The instruments employed were observation and interviews. The subjects of this study were 30 Karang Taruna members aged 16–25 years. Data analysis was conducted using thematic analysis, which included open coding, thematic grouping, and interpretation of meaning. Data from observations and interviews were transcribed verbatim and then categorized into main themes such as self-confidence, career, and life skills. The research results revealed three main issues: low self-efficacy and anxiety when speaking in public, an unclear career path, and limited life skills. This program comprises three components: Public Speaking Training, Career Planning Guidance, and Life Skills Training, and is proposed as a community-based counseling model to address psychosocial issues in non-formal youth settings.
Dimensional Profile of Career Anxiety among Education Students: Implications for Career Guidance Service Sinta Nurul Oktaviana Kasim; Inayah Ridhayanti Qarimah; Dewi Pratiwi
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 10, No 2 (2026): Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/konseling.v10i2.39292

Abstract

Dimensional Profile of Career Anxiety among Education Students: Implications for Career Guidance Service. Career anxiety is an important concern among education students who are preparing for the transition from higher education to the world of work while facing increasingly complex professional competency demands. This study aimed to describe the dimensional profile of career anxiety among education students and to formulate its implications for career guidance services in higher education. A quantitative descriptive design was employed, involving 425 education students aged 17–25 years who were selected through purposive sampling. Data were collected using an adapted version of the Career Anxiety Scale, consisting of 24 items across four dimensions: self-ability, irrational beliefs about employment, work environment, and professional education and training. The instrument demonstrated good internal consistency, with a Cronbach’s alpha coefficient of 0.905. Data were analyzed using means, standard deviations, and score categories to identify the overall and dimensional profiles of career anxiety. The findings showed that students’ overall career anxiety was in the high category (M = 3.60; SD = 0.53). Self-ability had the highest mean score (M = 4.03; SD = 0.63), followed by work environment (M = 3.68; SD = 0.77) and professional education and training (M = 3.44; SD = 0.86), all of which were categorized as high. Meanwhile, irrational beliefs about employment had the lowest mean score and were categorized as moderate (M = 3.15; SD = 0.77). This pattern indicates that the career anxiety profile of education students is characterized more prominently by concerns about competency readiness and professional demands than by irrational beliefs about employment. These findings highlight the importance of needs-profile-based career guidance services that prioritize strengthening career self-efficacy, mapping and developing competencies, exploring work environments, and planning students’ professional development.Keywords: Career Anxiety; Education Students; Career Anxiety Dimensions; Career Guidance; Competency Readiness.
EFEKTIVITAS TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DENGAN PEMANFAATAN REFLECTION DIARY UNTUK MENGURANGI KONFORMITAS NEGATIF SISWA DI SMA Elin Meilany; Nur Fadhilah Umar; Aswar Aswar; Inayah Ridhayanti Qarimah
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi (JUBIKOPS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56185/jubikops.v6i2.1586

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena konformitas negatif yang sering terjadi di antara siswa di sekolah menengah atas. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk menilai sejauh mana pelatihan asertif yang memadukan penggunaan reflection diary untuk menurunkan tingkat konformitas negatif pada siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Siswa yang ditetapkan menjadi sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, yang menghasilkan sejumlah 24 siswa yang dibagi dalam dua kelompok, 12 siswa untuk kelompok eksperimen dan 12 siswa untuk kelompok kontrol. Data diperoleh dengan menggunakan skala yang teruji validitas dan reliabilitasnya untuk mengukur konformitas negatif, yang kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji Independent Sample t-Test. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode pelatihan asertif yang melibatkan jurnal reflektif berhasil dalam menurunkan konformitas negatif di kalangan siswa. Uji independent sample t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan asertivitas yang digabungkan dengan jurnal reflektif dapat dijadikan strategi konseling yang efektif untuk membantu siswa dalam mengurangi tindakan konformitas negatif.