Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang mengancam dan menjadi faktor risiko utama komplikasi serius seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, bahkan kematian. Sebanyak 33% usia dewasa di dunia dan 30,8% di Indonesia diprediksi memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan kelompok lain. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat dan pola makan buruk. Beberapa hambatan dialami oleh klien dalam pengobatan hipertensi sehingga drop out pengobatan. Tujuan penelitian yaitu menganalisis prediktor hambatan (pengetahuan, stress, kepercayaan kesehatan, dan efek samping obat) kepatuhan pengobatan hipertensi. Metode penelitian menggunakan desain analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Variabel independen yaitu pengetahuan, stress, kepercayaan kesehatan, dan efek samping obat. Variabel dependen yaitu kepatuhan pengobatan. Penelitian ini dilakukan di wilayah pedesaan sebagai lokus hipertensi di Kabupaten Kudus pada tahun 2025. Sampel sebanyak 108 klien hipertensi melalui teknik simple random sampling. Kriteria inklusi yaitu klien terdiagnosis hipertensi (TD 120/80 mmHg), berusia 18 tahun, dan mampu membaca dan menulis. Kriteria eksklusi yaitu memiliki komplikasi dan tidak menyelesaikan penelitian. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Hill-Bone Compliance to High Blood Pressure Therapy Scale (HK-LS), Perceived Stress Scale (PSS-10), kuesioner Health Belief Model (HBM), kuesioner skala naranjo efek samping obat. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor stress (p=0,039) dan efek samping obat (p=0,032) berhubungan dengan kepatuhan pengobatan, namun pengetahuan (p=0,092) dan keyakinan kesehatan (p=0,145) tidak berhubungan. Perlu adanya pengembangan intervensi inovasi untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan melalui manajemen stress dan efek samping pengobatan di fasilitas pelayanan Kesehatan wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026