INDONESIAN JOURNAL OF SOCIAL SCIENCE EDUCATION (IJSSE)
Vol 9, No 1 (2027): January (In Press)

PENDEKATAN MULTIKULTURAL DI ERA KEHIDUPAN GLOBAL: ANTARA IDENTITAS LOKAL DAN ARUS GLOBAL (STUDI KASUS BUDAYA POP DI BANTEN DAN SURAKARTA)

yuni maryuni (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Oct 2026

Abstract

Globalisasi telah mempercepat arus pertukaran budaya melalui media digital, industri kreatif, dan teknologi komunikasi yang berimplikasi pada perubahan identitas budaya generasi muda. Fenomena tersebut memunculkan dua kecenderungan yang berlangsung secara bersamaan, yaitu menguatnya budaya populer global dan munculnya upaya revitalisasi identitas budaya lokal sebagai bentuk negosiasi budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pendekatan multikultural mampu menjembatani relasi antara identitas lokal dan arus budaya global melalui studi kasus budaya populer di Provinsi Banten dan Kota Surakarta. Penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus komparatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisis berbagai konten digital yang diproduksi dan dikonsumsi oleh generasi muda. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik dengan teknik triangulasi sumber untuk menjamin validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya populer tidak selalu mengikis identitas lokal, melainkan menjadi ruang negosiasi yang memungkinkan terjadinya proses hibridisasi budaya. Di Banten, budaya lokal seperti debus, pencak silat, musik tradisional, dan tradisi masyarakat adat direpresentasikan kembali melalui media sosial, konten kreatif, serta berbagai festival budaya sehingga memperoleh makna baru di kalangan generasi muda. Sementara itu, di Surakarta, transformasi budaya tampak pada adaptasi seni pertunjukan, batik, dan tradisi keraton ke dalam industri kreatif dan platform digital tanpa sepenuhnya meninggalkan nilai-nilai lokal. Temuan penelitian menegaskan bahwa pendekatan multikultural berperan sebagai strategi pendidikan dan kebudayaan yang mendorong sikap apresiatif, toleran, dan inklusif terhadap keberagaman budaya, sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah derasnya arus globalisasi. Dengan demikian, pendidikan multikultural perlu dikembangkan sebagai instrumen untuk membangun kemampuan generasi muda dalam mengelola identitas budaya secara adaptif, kritis, dan berkelanjutan pada era global.

Copyrights © 2027






Journal Info

Abbrev

ijsse

Publisher

Subject

Religion Education Social Sciences

Description

Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) is an open-access, peer-reviewed academic journal established to disseminate state-of-the-art knowledge in the field of Social Science Education. Published by the Pusat Publikasi Ilmiah of UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia. The journal ...