Rendahnya minat baca di kalangan anak-anak usia sekolah dasar, khususnya di daerah pedesaan, menjadi salah satu permasalahan serius dalam peningkatan kualitas pendidikan. Desa Mallongi-Longi di Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, merupakan salah satu wilayah yang menghadapi keterbatasan akses terhadap sarana dan prasarana literasi sehingga berdampak buruk terhadap minat baca. Untuk menjawab tantangan tersebut, dilaksanakan program pengabdian berupa pendirian Rumah Literasi sebagai pusat kegiatan membaca dan pembelajaran alternatif. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN PMM Universitas Negeri Makassar melalui tiga tahap, yaitu perencanaan (survei lapangan, renovasi bangunan, dan pengadaan bahan bacaan), pelaksanaan (membaca bersama, pendampingan literasi dasar, pelatihan berhitung, les dan kegiatan edukatif lainnya), serta evaluasi (pencatatan kunjungan, observasi perkembangan, dan wawancara dengan anak-anak). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat baca, ditandai dengan bertambahnya jumlah kunjungan harian dari yang awalnya hanya berkisar 15 anak pada hari pertama hingga hari ketiga, meningkat menjadi 22 anak pada hari ke empat belas. Kemudian terjadi perubahan kebiasaan anak-anak dalam membaca, sebelumnya 60% diantaranya jarang membaca, 25% mengaku tidak pernah dan 15% lainnya menyatakan rutin namun dalam intensitas yang rendah. Tetapi, setelah adanya Rumah Literasi 79% anak-anak mengaku lebih sering membaca dan hanya tersisa 11% yang belum rutin membaca. Dengan demikian, Rumah Literasi dapat menciptakan suasana yang bisa mendekatkan siswa terhadap kegiatan literasi sehingga dapat berimplikasi terhadap pertumbuhan minat baca khususnya di Desa Mallongi-longi.
Copyrights © 2026