Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk pelatihan pembuatan video budaya Nusantara pada siswa sekolah menengah pertama anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sanggar Belajar Batu Caves, Taman Gombak Permai, Malaysia. Kegiatan ini melibatkan 16 siswa berusia 12 sampai 13 tahun dan dilaksanakan menggunakan pendekatan project based learning (PjBL) yang terdiri atas tahap Pra-Produksi, Produksi, dan Pasca-Produksi, mengikuti kerangka yang disebut Rumus Ajaib Digitalisasi, yaitu Dokumentasi, Akses, dan Revitalisasi. Evaluasi peningkatan pemahaman dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test berupa 10 soal pilihan ganda mengenai literasi budaya Nusantara dan pemahaman dasar produksi video. Data dianalisis menggunakan Uji T Berpasangan, N-Gain, dan Cohen's d, setelah terlebih dahulu diuji asumsi normalitas dan homogenitasnya. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rata-rata nilai peserta dari 51,88 menjadi 75,94, dengan Uji T Berpasangan yang sangat signifikan (p = 1,07 x 10⁻⁷). Nilai N-Gain rata-rata sebesar 0,518 berada pada kategori sedang, sementara ukuran efek Cohen's d sebesar 2,3588 menunjukkan pengaruh yang sangat besar. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan digital storytelling berbasis proyek efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya Nusantara sekaligus melatih keterampilan abad ke-21. Kegiatan ini memberikan kontribusi model pembelajaran budaya yang relevan dengan ekologi belajar remaja masa kini bagi komunitas anak PMI di luar negeri.
Copyrights © 2026