Budaya membaca remaja menghadapi tantangan akibat meningkatnya dominasi media digital, terbatasnya ruang dialog tentang bacaan, serta kecenderungan menempatkan membaca sebagai aktivitas akademik semata. Program “Smanses Bedah Buku” bertujuan memperkuat budaya literasi siswa melalui kegiatan membaca, interpretasi, dan dialog kritis terhadap karya sastra. Kegiatan melibatkan sekitar 100 siswa SMA Negeri 11 Makassar dengan pendekatan partisipatif-deskriptif yang mencakup orientasi bacaan, pemaparan hasil pembacaan, dialog terarah, kuis literasi, observasi keterlibatan, dan refleksi. Dua novel, Laut Bercerita karya Leila S. Chudori dan Janji karya Tere Liye, digunakan sebagai bahan utama untuk mengembangkan pembacaan yang menghubungkan unsur cerita dengan persoalan sosial dan kemanusiaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bedah buku menciptakan ruang literasi lintas kelas yang mendorong siswa tidak hanya memahami unsur intrinsik karya, tetapi juga menginterpretasikan isu sejarah, kemanusiaan, moralitas, tanggung jawab, dan keadilan. Partisipasi siswa dalam dialog dan kuis memperlihatkan pergeseran aktivitas membaca dari pengalaman individual menuju praktik literasi yang sosial, komunikatif, dan reflektif. Keterlibatan OSIS dan MPK dalam penyelenggaraan juga memperkuat kepemilikan siswa terhadap program literasi sekolah. Dengan demikian, bedah buku berbasis dialog dan partisipasi siswa berpotensi menjadi strategi penguatan budaya literasi sekolah dengan menempatkan siswa sebagai pembaca aktif, penafsir, sekaligus peserta dalam komunitas literasi
Copyrights © 2026