Media Gizi Khatulistiwa
Vol. 3 No. 3 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2026

GAMBARAN RIWAYAT ASI EKSLUSIF, POLA PEMBERIAN MP-ASI, DAN STATUS GIZI (BB/U) PADA ANAK USIA 6-23 BULAN DIPOSYANDU SERUNI DAN POSYANDU DHARMA SARI KELURAHAN SIANTAN HILIR KOTA PONTIANAK

Alyunia Sandra Sonia Deviera (Unknown)
Dahliansyah (Unknown)
Martinus Ginting (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Sep 2026

Abstract

Latar Belakang : Masalah gizi pada anak usia 6-23 bulan, terutama underweight menjadi perhatian penting di Indonesia. Status gizi anak dipengaruhi oleh pola pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI yang tidak sesuai, serta faktor-faktor lain seperti penyakit infeksi dan kebersihan lingkungan. Menurut data nasional tahun 2022, prevalensi balita underweight mencapai 17,1%, yang menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya. Wilayah Kota Pontianak sendiri mencatat prevalensi sebesar 18,5%, dengan kontribusi dari berbagai faktor seperti pemberian ASI eksklusif yang kurang optimal, pola pemberian MP-ASI yang tidak sesuai, serta infeksi dan sanitasi lingkungan yang buruk. Periode usia 6-23 bulan dikenal sebagai masa kritis dalam tumbuh kembang anak karena merupakan masa transisi dari pemberian ASI eksklusif menuju makanan pendamping. Dalam periode ini, praktik pemberian makan yang tidak tepat dapat menyebabkan gangguan gizi, yang berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak. Oleh karena itu, penting untuk memahami hubungan antara riwayat ASI eksklusif, pola pemberian MP-ASI, dan status gizi pada anak, guna mengidentifikasi strategi intervensi yang efektif dalam mencegah masalah gizi. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran riwayat ASI eksklusif, pola pemberian MP-ASI, dan status gizi (BB/U) pada anak usia 6-23 bulan di Posyandu Seruni dan Posyandu Dharma Sari Siantan Hilir Kota Pontianak. Metode Penelitian : Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian melibatkan 38 anak usia 6-23 bulan yang diambil melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan pengukuran antropometri. Hasil Penelitian : Sebagian besar anak memiliki status gizi normal (73,7%) dan pola pemberian MP-ASI yang baik (65,8%). Namun, sebanyak 31,6% anak tidak menerima ASI eksklusif. Analisis Stastitik menunjukkan ada hubungan signifikan antara pola pemberian MP-ASI dengan status gizi (p = 0,000), tidak ada hubungan riwayat ASI eksklusif dengan status gizi (p = 0,359). Kesimpulan : Pola pemberian MP-ASI yang baik berhubungan dengan status gizi yang normal. Riwayat ASI eksklusif tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan status gizi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

NNJ

Publisher

Subject

Health Professions

Description

Jurnal ini dibuat untuk menampung minat dan perhatian insan gizi untuk memajukan dan mengembangkan ilmu gizi. Keberadaan jurnal ini diharapkan akan menjadi saling tukar informasi antara peneliti, dosen dan mahasiswa untuk bersama-sama menemukan cara yang tepat dalam mengatasi masalah gizi di ...