ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi peserta didik yang tumbuh dalam keluarga broken home. Latar belakang keluarga yang tidak utuh seringkali berdampak pada kondisi psikologis, motivasi belajar, serta pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Fokus kajian meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran PAI yang diterapkan oleh guru dalam menghadapi peserta didik dari keluarga broken home, serta strategi pendekatan yang digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai spiritual dan moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen PAI yang efektif memerlukan pendekatan personal yang empatik, kolaborasi antara guru, konselor, dan pihak sekolah, serta penyesuaian metode pembelajaran yang responsif terhadap kondisi psikososial peserta didik. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan dalam merancang strategi pembelajaran PAI yang inklusif dan berpihak pada peserta didik dari latar belakang keluarga yang kurang kondusif. ABSTRACT This study aims to examine the management of Islamic Religious Education (PAI) for students who grow up in broken home families. A non-intact family background often has a significant impact on students' psychological conditions, learning motivation, as well as the formation of their character and religious values. This study employs a qualitative approach using a case study method, conducted through observation, in-depth interviews, and documentation. The focus of the study encompasses the planning, implementation, and evaluation of PAI learning applied by teachers in addressing students from broken home families, as well as the engagement strategies used to foster spiritual and moral values. The findings indicate that effective PAI management requires an empathetic and personal approach, collaboration among teachers, counselors, and school stakeholders, as well as adaptation of learning methods that are responsive to the psychosocial conditions of students. The implications of this research are expected to serve as a reference for educational institutions in designing inclusive PAI learning strategies that are supportive of students from less conducive family backgrounds.
Copyrights © 2026