Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan etika dan empati di jalan raya dalam meningkatkan kesadaran sosial dan perilaku prososial pada komunitas gowes. Meningkatnya jumlah pesepeda di Indonesia tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan dan lingkungan, tetapi juga menimbulkan berbagai permasalahan terkait etika berlalu lintas dan keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang dapat meningkatkan pemahaman serta kepedulian pesepeda terhadap pengguna jalan lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Partisipan penelitian berjumlah 9 anggota komunitas gowes yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Program pelatihan meliputi pemberian materi, simulasi role play “Kemudi Buta”, pemutaran video, diskusi reflektif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata peserta dari 49,88 pada pre-test menjadi 55,88 pada post-test atau meningkat sebesar 6 poin. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan etika dan empati efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai etika berlalu lintas, empati, serta tanggung jawab sosial di jalan raya. Hasil penelitian didukung oleh teori pembelajaran sosial Bandura yang menjelaskan bahwa perilaku dapat dipelajari melalui observasi, pengalaman, dan refleksi sosial. Selain itu, pendekatan perspective-taking dan experiential learning yang diterapkan selama pelatihan membantu peserta memahami kondisi pengguna jalan lain secara kognitif maupun emosional. Dengan demikian, pelatihan etika dan empati dapat menjadi strategi yang efektif dalam membangun budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan saling menghormati di lingkungan komunitas pesepeda.
Copyrights © 2026