Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi
Vol. 2 No. 2 (2026): September

Analisis Kondisi Ruas Jalan KKA Pascabencana Hidrometeorologi Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara

Abiyyu Rakha Athaya Ridwan Ritonga (Mahasiswa Prodi Teknik Sipil, Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia)
Herman Fithra (Jurusan Teknik Sipil, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia)
T. Mudi Hafli (Jurusan Teknik Sipil, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia)
M Fauzan (Jurusan Teknik Sipil, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia)
Liza Afra (Jurusan Teknik Sipil, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia)



Article Info

Publish Date
22 Sep 2026

Abstract

Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 mengakibatkan gangguan pada Ruas Jalan KKA, salah satu jalur penghubung utama antara Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi ruas jalan tersebut pascabencana menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode overlay, serta membandingkan hasilnya dengan kondisi aktual di lapangan. Metode overlay dilakukan dengan menggabungkan data curah hujan periode November 2025 dari CHIRPS dan data kemiringan lereng dari DEMNAS, masing-masing diberi skor dan dijumlahkan untuk menghasilkan kategori indikasi gangguan. Hasil overlay kemudian diverifikasi melalui survei pada delapan titik observasi yang tersebar di sepanjang segmen dengan indikasi tertinggi, dengan mengacu pada tipikal kerusakan jalan akibat bencana alam dari Direktorat Jenderal Bina Marga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segmen sepanjang 2.937 meter dari total 28.316 meter Ruas KKA, atau sekitar 10 persen, teridentifikasi memiliki kategori indikasi tinggi. Seluruh delapan titik observasi yang disurvei terbukti memiliki bukti fisik gangguan, dengan bentuk kerusakan yang bervariasi, mulai dari longsor pada bahu jalan hingga tergerusnya badan jalan akibat erosi. Lima titik menunjukkan kondisi yang telah pulih, dua titik belum sepenuhnya pulih, dan satu titik masih ditangani secara sementara melalui jalur darurat meskipun waktu survei berlangsung sekitar tujuh bulan setelah kejadian bencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hasil overlay SIG efektif digunakan sebagai alat penentuan prioritas lokasi survei, namun tidak dapat menggambarkan tingkat keparahan maupun status penanganan gangguan, sehingga survei lapangan tetap diperlukan sebagai sumber utama penilaian kondisi ruas jalan pascabencana.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jrst

Publisher

Subject

Description

Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi (Journal of Civil Engineering and Technology) is open access and publishes articles that make a significant contribution to the body of knowledge and disseminates theoretical or current research findings in the fields of civil engineering and technology. It is ...