T. Mudi Hafli
Jurusan Teknik Sipil, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Studi Analisis Kehilangan Air pada Saluran Irigasi Sekunder Muara Batu Kabupaten Aceh Utara Andrian Andrian; Fasdarsyah Fasdarsyah; T. Mudi Hafli
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v1i1.25278

Abstract

Daerah Irigasi Krueng Tuan memiliki luas 1.788 ha dengan luas fungsional 1.600 ha. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi dan kehilangan air pada jaringan irigasi sekunder yang terletak di Desa Meunasah Pulo, Meunasah Drang, dan Krueng Mane, Kabupaten Aceh Utara. Kerusakan pada penampang saluran seperti retakan menyebabkan meningkatnya kehilangan air pada saluran primer dan sekunder. Analisis dilakukan menggunakan metode perbandingan debit masuk dan debit keluar dengan data primer berupa pengukuran kecepatan aliran menggunakan current meter, serta data sekunder dari Dinas PUPR dan BMKG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan air akibat evaporasi tertinggi terjadi pada saluran BMP2 sebesar 98,07%, akibat rembesan tertinggi pada saluran BMD2 sebesar 0,63%, dan akibat faktor lain tertinggi pada saluran BM3 sebesar 82,29%. Tingkat efisiensi saluran sekunder di Meunasah Pulo sebesar 21,07%, Meunasah Drang 36,05%, dan Krueng Mane 55,09%. Nilai ini jauh di bawah standar efisiensi normal saluran sekunder sebesar 90%, sehingga jaringan irigasi dinilai tidak efisien dan membutuhkan perbaikan menyeluruh. Kehilangan air terbesar disebabkan oleh kondisi fisik saluran yang rusak, seperti retakan akibat akar tanaman, tumpukan sampah, pertumbuhan liar, pengikisan dinding, dan kebocoran akibat kurangnya perawatan. Perbaikan dan pembersihan saluran diperlukan untuk meningkatkan efisiensi penyaluran air dan mendukung kebutuhan irigasi masyarakat sekitar.
Evaluasi Kelayakan Dermaga dan Pelayanan Terminal Kapal Roro di Pelabuhan Penyeberangan Simeulue Didit Arya Putra; Lis Ayu Widari; T. Mudi Hafli; Said Jalalul Akbar; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v1i1.25279

Abstract

Pelabuhan Feri Simeulue merupakan akses utama transportasi laut yang melayani pergerakan penumpang dan barang ke wilayah daratan Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian dimensi dan kondisi dermaga terhadap kapal KMP Aceh Hebat 1, mengevaluasi tingkat pemanfaatan dermaga melalui indikator Berth Occupancy Rasio (BOR), serta menilai kelayakan terminal penumpang berdasarkan standar pelayanan pelabuhan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan data sekunder dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dermaga eksisting dengan panjang 70 meter masih tergolong layak meskipun idealnya dibutuhkan panjang 134,06 meter untuk satu kapal. BOR tercatat sebesar 54%, melebihi standar UNCTAD sebesar 40%. Terminal penumpang diklasifikasikan sebagai kelas C dengan kapasitas 250 penumpang dan luas 840 m², serta dinilai telah memenuhi standar pelayanan minimal.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Pekerjaan Overlay Aspal Jalan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1B dengan Metode Construction Safety Analysis (CSA) Tofiq Rinaldi; Said Jalalul Akbar; T. Mudi Hafli
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v1i2.25309

Abstract

Peningkatan pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia diikuti dengan meningkatnya potensi kecelakaan kerja pada sektor konstruksi. Salah satu upaya pencegahan kecelakaan adalah penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) melalui penyusunan Construction Safety Analysis (CSA). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menyusun rekomendasi pengendalian risiko pada pekerjaan Overlay aspal di Proyek Jalan Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1B, khususnya pada Sta. 4+200–5+200. Metode yang digunakan berupa analisis kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan ahli K3 dan konsultan pengawas, serta studi dokumen. Tahapan pekerjaan yang dianalisis meliputi pekerjaan persiapan, penyemprotan prime coat, dan laston lapis pondasi (AC-Base) yang mencakup penghamparan dan pemadatan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 15 potensi bahaya pada pekerjaan Overlay aspal, dengan kategori risiko didominasi oleh risiko sedang dan tinggi, serta tidak ditemukan risiko pada kategori sangat tinggi. Pengendalian risiko yang direkomendasikan disusun berdasarkan hierarki pengendalian, yaitu eliminasi, pengendalian teknis, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Penerapan CSA terbukti membantu penyusunan langkah mitigasi yang lebih sistematis untuk meningkatkan keselamatan kerja di proyek Overlay aspal.
Analisis Daya Dukung dan Penurunan Pondasi Dangkal Terhadap Pembebanan Statik dan Dinamik Menggunakan Metode Elemen Hingga Studi Kasus: Rumah Sakit Datu Beru Kota Takengon, Kab. Aceh Tengah Naufal Arkan; Abdul Jalil; T. Mudi Hafli; Sofyan Sofyan; Yovi Chandra
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.28306

Abstract

Gedung Bedah Pria RSUD Datu Beru Aceh Tengah merupakan fasilitas kesehatan yang memerlukan sistem fondasi yang aman dan andal. Ditemukannya indikasi penurunan lantai pada beberapa ruangan mendorong dilakukannya penelitian untuk mengevaluasi daya dukung fondasi, penurunan tanah, dan respons tanah terhadap pembebanan statik maupun dinamik. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya dukung fondasi telapak, penurunan tanah, serta respons tanah di dasar fondasi menggunakan metode analitis dan Finite Element Method (FEM). Analisis statik dilakukan dengan metode Terzaghi dan Meyerhof, sedangkan analisis dinamik menggunakan metode Richards dan pemodelan PLAXIS 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung fondasi telapak berdasarkan metode Terzaghi dan Meyerhof masih memenuhi persyaratan keamanan. Penurunan total hasil analisis sebesar 7,55 mm, sedangkan hasil pemodelan FEM menunjukkan penurunan sebesar 1,889 mm pada kondisi statik dan 1,906 mm pada analisis konsolidasi. Analisis dinamik menunjukkan respons tanah berupa rotasi yang menyebabkan uplift di sekitar fondasi serta deformasi akibat pembebanan gempa. Secara keseluruhan, tegangan kerja masih lebih kecil daripada daya dukung izin dan penurunan yang terjadi masih berada di bawah batas penurunan yang diizinkan, sehingga fondasi telapak dinyatakan masih aman dalam mendukung beban statik dan tetap menunjukkan perubahan respons tanah akibat pembebanan dinamik.
Analisa Daya Dukung dan Penurunan Fondasi Bored Pile dengan Metode Elemen Hingga (FEM) Hafiza Ilma Nafia; Abdul Jalil; T. Mudi Hafli; Maizuar Maizuar; Sofyan Sofyan
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.28811

Abstract

Embung merupakan salah satu bangunan air yang berfungsi sebagai penyedia cadangan air, sehingga memerlukan fondasi yang mampu menjamin stabilitas struktur, termasuk struktur pintu air. Pada Embung USU II Kwala Bekala, pondasi embung dan pondasi pintu air mengalami penurunan akibat kondisi tanah yang memiliki daya dukung rendah, sehingga diperlukan perbaikan menggunakan fondasi tiang bor. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daya dukung fondasi tiang bor dan menganalisis penurunan fondasi pada embung. Perhitungan daya dukung dilakukan untuk memperoleh tahanan ujung, tahanan selimut, daya dukung ultimit, dan daya dukung izin berdasarkan data CPT dan metode LCPC. Penurunan menggunakan metode Vesic dan FEM dengan PLAXIS 2D.. Analisis penurunan dengan metode Vesic menghasilkan penurunan sebesar 7,19 mm, sedangkan hasil analisis FEM menunjukkan penurunan sebesar 1,515 mm pada beban kerja dan 1,938 mm pada beban izin. Nilai penurunan tersebut masih berada di bawah batas penurunan izin sebesar 30 mm sehingga memenuhi persyaratan layan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode LCPC mampu digunakan untuk menentukan kapasitas daya dukung pondasi tiang bor berdasarkan data CPT, sedangkan metode Vesic dan analisis FEM memberikan gambaran perilaku penurunan serta respons fondasi terhadap pembebanan, sehingga keduanya saling melengkapi dalam evaluasi kinerja fondasi.
Analisis Genangan Banjir pada Sungai Krueng Pasee di Zona Hilir Menggunakan HEC-RAS Muhammad Jalzuli; Fadhliani Fadhliani; T. Mudi Hafli; Fasdarsyah Fasdarsyah; Syibral Malasyi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.29039

Abstract

Sungai Krueng Pasee di Kabupaten Aceh Utara merupakan daerah aliran sungai yang rawan bencana banjir, terutama pada zona hilir yang mencakup Kecamatan Samudera dan sekitarnya. Peristiwa banjir berulang, termasuk kejadian pada September 2023, menimbulkan kerugian pada permukiman, lahan pertanian, dan sarana prasarana masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis luas dan ketinggian genangan banjir pada zona hilir Sungai Krueng Pasee menggunakan perangkat lunak HEC-RAS. Data yang digunakan meliputi curah hujan harian maksimum Stasiun Malikussaleh selama sepuluh tahun (2016–2025), data topografi DEMNAS, dan data tutupan lahan. Analisis hidrologi dilakukan dengan metode distribusi Log Pearson Type III yang diuji kesesuaiannya melalui uji Chi-Kuadrat dan Smirnov-Kolmogorov, dilanjutkan dengan penyusunan hujan jam-jaman menggunakan rumus Mononobe serta perhitungan debit banjir rancangan menggunakan Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Nakayasu untuk periode ulang 50 dan 100 tahun. Debit hasil analisis kemudian disimulasikan secara hidraulik dua dimensi dalam HEC-RAS. Hasil penelitian menunjukkan debit puncak banjir rancangan sebesar 1031,065 m³/detik untuk periode ulang 50 tahun (Q50) dan 1185,793 m³/detik untuk periode ulang 100 tahun (Q100). Simulasi genangan menghasilkan luas genangan sebesar 1,1379 km² pada Q50 dengan ketinggian genangan bervariasi antara 2–5 meter, serta luas genangan sebesar 2,883 km² pada Q100 dengan ketinggian genangan antara 2–7 meter. Hasil ini konsisten dengan informasi ketinggian banjir yang diperoleh dari wawancara masyarakat setempat. Penelitian ini menegaskan bahwa keterbatasan kapasitas penampang sungai menjadi faktor utama penyebab genangan, sehingga diperlukan upaya normalisasi sungai pada titik-titik kritis sebagai langkah mitigasi banjir di masa mendatang.
Analisis Kondisi Ruas Jalan KKA Pascabencana Hidrometeorologi Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara Abiyyu Rakha Athaya Ridwan Ritonga; Herman Fithra; T. Mudi Hafli; M Fauzan; Liza Afra
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.29131

Abstract

Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 mengakibatkan gangguan pada Ruas Jalan KKA, salah satu jalur penghubung utama antara Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi ruas jalan tersebut pascabencana menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode overlay, serta membandingkan hasilnya dengan kondisi aktual di lapangan. Metode overlay dilakukan dengan menggabungkan data curah hujan periode November 2025 dari CHIRPS dan data kemiringan lereng dari DEMNAS, masing-masing diberi skor dan dijumlahkan untuk menghasilkan kategori indikasi gangguan. Hasil overlay kemudian diverifikasi melalui survei pada delapan titik observasi yang tersebar di sepanjang segmen dengan indikasi tertinggi, dengan mengacu pada tipikal kerusakan jalan akibat bencana alam dari Direktorat Jenderal Bina Marga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segmen sepanjang 2.937 meter dari total 28.316 meter Ruas KKA, atau sekitar 10 persen, teridentifikasi memiliki kategori indikasi tinggi. Seluruh delapan titik observasi yang disurvei terbukti memiliki bukti fisik gangguan, dengan bentuk kerusakan yang bervariasi, mulai dari longsor pada bahu jalan hingga tergerusnya badan jalan akibat erosi. Lima titik menunjukkan kondisi yang telah pulih, dua titik belum sepenuhnya pulih, dan satu titik masih ditangani secara sementara melalui jalur darurat meskipun waktu survei berlangsung sekitar tujuh bulan setelah kejadian bencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hasil overlay SIG efektif digunakan sebagai alat penentuan prioritas lokasi survei, namun tidak dapat menggambarkan tingkat keparahan maupun status penanganan gangguan, sehingga survei lapangan tetap diperlukan sebagai sumber utama penilaian kondisi ruas jalan pascabencana.