Abiyyu Rakha Athaya Ridwan Ritonga
Mahasiswa Prodi Teknik Sipil, Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kondisi Ruas Jalan KKA Pascabencana Hidrometeorologi Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara Abiyyu Rakha Athaya Ridwan Ritonga; Herman Fithra; T. Mudi Hafli; M Fauzan; Liza Afra
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.29131

Abstract

Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 mengakibatkan gangguan pada Ruas Jalan KKA, salah satu jalur penghubung utama antara Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi ruas jalan tersebut pascabencana menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode overlay, serta membandingkan hasilnya dengan kondisi aktual di lapangan. Metode overlay dilakukan dengan menggabungkan data curah hujan periode November 2025 dari CHIRPS dan data kemiringan lereng dari DEMNAS, masing-masing diberi skor dan dijumlahkan untuk menghasilkan kategori indikasi gangguan. Hasil overlay kemudian diverifikasi melalui survei pada delapan titik observasi yang tersebar di sepanjang segmen dengan indikasi tertinggi, dengan mengacu pada tipikal kerusakan jalan akibat bencana alam dari Direktorat Jenderal Bina Marga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segmen sepanjang 2.937 meter dari total 28.316 meter Ruas KKA, atau sekitar 10 persen, teridentifikasi memiliki kategori indikasi tinggi. Seluruh delapan titik observasi yang disurvei terbukti memiliki bukti fisik gangguan, dengan bentuk kerusakan yang bervariasi, mulai dari longsor pada bahu jalan hingga tergerusnya badan jalan akibat erosi. Lima titik menunjukkan kondisi yang telah pulih, dua titik belum sepenuhnya pulih, dan satu titik masih ditangani secara sementara melalui jalur darurat meskipun waktu survei berlangsung sekitar tujuh bulan setelah kejadian bencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hasil overlay SIG efektif digunakan sebagai alat penentuan prioritas lokasi survei, namun tidak dapat menggambarkan tingkat keparahan maupun status penanganan gangguan, sehingga survei lapangan tetap diperlukan sebagai sumber utama penilaian kondisi ruas jalan pascabencana.