Transformasi melalui Artificial Intelligence (AI) membuka peluang efisiensi sekaligus menimbulkan persoalan akuntabilitas, validitas informasi, dan dampak keputusan dalam manajemen pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi kerangka konseptual Qur’anic Ethical AI Management (QE-AIM) berbasis amanah, tabayyun, dan maslahah. Penelitian bersifat konseptual dengan pendekatan kualitatif berbasis kepustakaan. Data dianalisis melalui analisis isi, tafsir tematik (maudhu‘i) terhadap ayat-ayat yang relevan, dan sintesis literatur mengenai etika AI serta manajemen pendidikan. Proses analisis menemukan tiga pemaknaan operasional: amanah sebagai Accountability yang menuntut penetapan tanggung jawab dan pengawasan manusia; tabayyun sebagai Verification yang mewajibkan pemeriksaan data, sumber, dan rekomendasi AI; serta maslahah sebagai Benefit and Impact Orientation yang mengarahkan penilaian manfaat dan potensi mudarat. Ketiganya membentuk mekanisme tata kelola Responsibility–Verification–Impact Evaluation–Human Decision, dengan AI sebagai teknologi pendukung dan manusia sebagai pengambil keputusan akhir. Secara praktis, QE-AIM dapat digunakan untuk menyusun kebijakan penggunaan AI, prosedur verifikasi keluaran, pembagian tanggung jawab, dan evaluasi dampak pada lembaga pendidikan Islam. Temuan ini merupakan formulasi konseptual berbasis kepustakaan dan belum membuktikan efektivitas QE-AIM secara empiris; karena itu, validasi indikator dan pengujian lapangan diperlukan pada penelitian selanjutnya.
Copyrights © 2026