Adanya disinformasi di era digital bukan sekadar sebagai informasi palsu, melainkan sebagai sistem hiperrealitas yang mendistorsi kesadaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis literatur mengenai strategi pedagogi sosiologi dalam mendekonstruksi disinformasi digital melalui kacamata filosofis Jean Baudrillard. Penelitian ini menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) yang dipandu oleh kerangka kerja SALSA (Search, Appraisal, Synthesis, Analysis). Sebanyak 30 literatur ilmiah nasional dan internasional yang terbit pada rentang 2021–2026 diekstraksi dan dianalisis secara tematis. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa realitas digital yang dikonsumsi siswa telah mencapai tahap simulakrum murni, yang memicu "kekalahan subjek" akibat dominasi kebenaran emosional dan pengejaran nilai tanda (sign value). Merespons hal tersebut, berbagai literatur menawarkan tipologi strategi mulai dari modul terstruktur hingga pedagogi emansipatoris. Sebagai bentuk kebaruan, penelitian ini mensintesis temuan tersebut ke dalam rumusan model "Pedagogi Sosiologi Kritis-Simulatif" yang mencakup tiga fase taktis: dekonstruksi semiotik, audit simulakra formal, dan rekonstruksi subjek melalui praktik literasi sosial. Model ini direkomendasikan sebagai solusi teoretis dan praktis bagi pendidik untuk memulihkan kedaulatan berpikir dan nalar kritis siswa dari alienasi ruang siber.
Copyrights © 2026