Pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar membutuhkan pendekatan pembelajaran yang membantu siswa memahami konsep abstrak melalui pengalaman yang bermakna. Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual (CTL) dan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dianggap sebagai pendekatan yang relevan karena mendorong siswa untuk menghubungkan materi pembelajaran dengan situasi kehidupan nyata dan secara aktif terlibat dalam kegiatan pemecahan masalah. Namun, studi empiris yang meneliti penerapan simultan CTL dan PBL dalam konteks pembelajaran matematika sekolah dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual (CTL) dan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas empat di SD Klaster Mangkuyudo. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Penelitian ini melibatkan tiga kelas yang dipilih melalui pengambilan sampel acak klaster, terdiri dari dua kelompok eksperimen yang menerima perlakuan CTL dan PBL dan satu kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan menggunakan tes prestasi belajar matematika yang terdiri dari lima pertanyaan esai dan dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t menggunakan SPSS versi 21. Hasil menunjukkan bahwa implementasi CTL dan PBL secara signifikan memengaruhi hasil belajar matematika siswa. Hasil post-test menunjukkan skor rata-rata yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol, dengan uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa CTL dan PBL dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran alternatif untuk meningkatkan pembelajaran matematika di sekolah dasar dengan mendorong partisipasi aktif, pemahaman yang bermakna, dan keterampilan pemecahan masalah. Pendekatan ini dapat mendukung guru dalam merancang pembelajaran matematika yang berpusat pada siswa.
Copyrights © 2026