Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Konseptual Eco-Literacy Budaya Dayak (ECO-DL) yang mengintegrasikan literasi bahasa dan ekoliterasi berbasis kearifan lokal melalui teknologi pendidikan digital untuk anak usia dini di Kalimantan Timur. Latar belakang penelitian ini adalah terbatasnya integrasi nilai lingkungan, budaya lokal, dan inovasi digital dalam praktik pembelajaran PAUD, khususnya di komunitas berbasis budaya Dayak Pampang. Penelitian menggunakan pendekatan Design-Based Research (DBR) melalui tahapan eksplorasi, desain, dan validasi ahli. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, FGD, survei, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan metode kualitatif tematik dan statistik deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa kearifan lokal Dayak mengandung nilai ekoliterasi yang kuat, seperti tanggung jawab lingkungan, keseimbangan ekosistem, dan kerja sama komunal, namun belum terintegrasi secara sistematis dalam pembelajaran anak usia dini. Model ECO-DL yang dihasilkan terdiri atas empat sintaks utama: Eksplorasi Budaya dan Alam, Konstruksi Bahasa dan Makna, Internalisasi Nilai Eco-Literacy, serta Aksi dan Kreasi Digital. Validasi ahli menunjukkan tingkat kevalidan rata-rata sebesar 80% (kategori Valid), dengan aspek desain model dan asesmen mencapai kategori Sangat Valid.Secara teoretis, model ini berkontribusi pada pengembangan eco-pedagogy dan pembelajaran digital yang responsif terhadap budaya. Secara praktis, model mendukung implementasi SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 13 (Aksi Iklim), serta agenda transformasi pendidikan Indonesia melalui pedagogi berbasis budaya dan berorientasi lingkungan.
Copyrights © 2026